Friday, August 18, 2017

THROUGH THE GLASS - STONE SOUR

Mendengarkan nomor berjudul Through Glass yang dibawakan oleh salah satu band hard rock asal Iowa, Stone Sour adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Baris-baris liriknya dibalut dengan melodi yang sangat kompleks. Diawali dengan petikan lembut, strumming yang renyah, dengan bunyi decit dari jemari menandakan berpindahnya nada dari satu chord ke chord lainnya. Dilanjutkan dengan sentuhan suara alat musik perkusi yang bersautan antara tabuhan drum

dan tamborin yang harmonis.
Cabikan gitar yang berlapis segera menyambut chorus nan gempita. Dan semua keindahan melodi yang keluar dari alat musik yang mereka mainkan itu digenapi oleh suara khas Corey Taylor yang merangsek ke dalam lorong-lorong pendengaran. Line favorit saya ada di akhir lagu, yaitu "You Lie!" dimana Taylor meneriakannya dengan aksen suara yang sedikit kasar.

Ada beberapa versi chord gitar akustik yang dapat dipakai dalam memainkan nomor yang albumnya rilis tahun 2006 ini. Salah satunya adalah yang "gue banget" ini, antaring D, C, D, Em. Gitar butut sudah diganti senar dan disetem oleh tetangga seberang jalan yang baik dan bijaksini, si Uwak Rambo. So, mari berkesenian sejenak diantara teriakan Ceu Mimin "Jaragong... Jagong".

posted from Bloggeroid

Thursday, July 27, 2017

BIODATA NARASI

Ika Septi, tinggal di Bandung. Lulusan Diploma 3 Politeknik Negeri Bandung. Blogger, Kompasianer dan Cookpader. Kini tengah menekuni usaha di bidang kuliner.
Dapat dihubungi melalui akun Facebook : Ika Septi
Email : ikaseptiarti9@gmail.com

posted from Bloggeroid

Monday, July 24, 2017

Baking Soda, Pahlawan Anti Noda


"Baking soda!" Mungkin itu adalah salah satu kata keramat yang selalu keluar dari mulut seorang teman bila saya menanyakan segala sesuatu yang bersangkutan dengan cara menghilangkan noda. Entah noda di baju, celana, lap, piring gelas sampai wajah.

Bayangkan hanya dengan serbuk putih seharga 1500 per 100 gr itu, semua noda hilang, lenyap, kabur, gone.

Awalnya saya gak percaya lah ya, masalahnya yang saya tau baking soda ini hanya digunakan untuk bahan tambahan membuat kue agar mengembang. Namun karena kegigihan teman saya plus pemberian bukti yang meyakinkan, saya pun tertarik mencobanya. Dan secara menakjubkan apa yang dikatakan oleh teman saya itu benar adanya.

Baking soda atau soda kue dikenal dengan nama Natrium bikarbonat yaitu senyawa kimia dengan rumus NaHCO3.

Baking soda adalah senyawa bersifat basa yang sangat mujarab untuk mengobati sakit maag serta dapat menurunkan kadar asam urat seseorang.

Selain itu, senyawa kimia berbentuk kristal itu memiliki banyak sekali kegunaan diantaranya membuat kinclong cangkir keramik dan mug seng.

Minuman kopi dan teh kerap meninggalkan bekas hitam di cangkir keramik atau mug seng. Dulu, seorang teman saking jengkelnya dengan noda kopi di cangkir, nekat menggunakan pembersih porselen kamar mandi untuk membersihkannya. Bersih sih tapi rasanya kayak gimana gitu ya kalo kepikiran dibersihin pakai cairan pembersih kamar mandi yang keras.
Nah, bila menggunakan baking soda, pikiran buruk pasti hilang sudah secara baking soda itu aman dikonsumsi. Caranya sendiri mudah, buatlah pasta baking soda dengan cara mencampur baking soda dengan air. Basahi cangkirnya, oles dengan pasta baking soda dan gosok hingga bersih.
Selain untuk peralatan makan seperti cangkir dan piring, biasanya saya juga menggunakan baking soda untuk membersihkan Zink atau tempat cuci piring dan menghilangkan noda lumut di ember.

Selain noda di peralatan makan dan perkakas dapur, baking soda pun dapat digunakan sebagai penghilang noda baju. Kerah kemeja biasanya adalah bagian baju yang kerap ternodai keringat. Biasanya saya harus menggosok dengan keras setelah dioles deterjen memakai sikat sebelum dimasukan ke mesin cuci. Alhasil kerah baju pun kainnya cepat menipis. Dengan menggunakan baking soda pekerjaan menyikat dengan sikat tidak akan terlalu berat. Caranya adalah olesi kerah baju atau bagian yang ternoda lainnya dengan pasta baking soda, diamkan sekitar 15 menit lalu baru dikucek atau digosok dengan lembut.
Selain menghilangkan noda, baking soda pun berkhasiat untuk menghilangkan bau tak sedap atau apek dari pakaian. Kita pun dapat menuangkan satu cangkir baking soda ke dalam cucian di mesin cuci agar pakaian menjadi lembut, tak berbau dan bersih kinclong. Selain meningkatkan kinerja deterjen, baking soda pun menjaga mesin cuci selalu dalam keadaan bersih.

Nah, bagaimana dengan noda di wajah? Tentu saja bisa. Saya menggunakan baking soda yang dicampur dengan madu dan air jeruk lemon untuk membersihkan wajah dari noda kotor, mengangkat sel-sel kulit mati, menghilangkan jerawat dan menipiskan bintik hitam di wajah. Cukup gunakan dua kali seminggu. Selain untuk wajah, racikan baking soda diatas juga dapat digunakan untuk mencerahkan seluruh anggota tubuh.

Sebagai bonus, baking soda pun dapat digunakan untuk memutihkan gigi, menghilangkan bau mulut serta membinasakan ketombe. Ciamik bukan?

Sekian.

posted from Bloggeroid

Tuesday, June 13, 2017

PENERUS MUSIK GRUNGE

Tragis! Mungkin itulah kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan para penggerak musik grunge di Seattle sana. Betapa tidak,beberapa dedengkotnya tewas mengenaskan di tangan mereka sendiri ditengah puncak karir yang gemilang. Kebrilianan mereka dalam meramu musik yang berkibar tahun 90-an itu telah dikalahkan oleh ego yang menguasai diri. Popularitas dan jiwa yang rapuh telah mengantarkan mereka ke gerbang kematian yang mereka ciptakan sendiri.

Diawali oleh Andrew Wood, frontman band perintis musik grunge, Mother Love Bone dan Malfunksun yang tewas karena mengkonsumsi heroin. Wood ditemukan dalam keadaan koma. Ia sempat dirawat di rumah sakit dengn mengandalkan alat penunjang kehidupan. Namun karena tak kunjung mengalami kemajuan, akhirnya pada tanggal 19 Maret 1990, para dokter menanggalkan alat penunjang kehidupannya dan Wood pergi untuk selamanya.

Kematian Wood tidak serta merta membuka mata beberapa penerusnya. Ya, betapa popularitas itu sangatlah kejam. Berbagai macam tekanan, baik dari luar maupun dalam diri telah mencabik-cabik jiwa para musisi berbakat ini. Menjadi bagian dari The Big Four of Grunge tidak membuat 3 dari 4 vokalis band-band besar ini berusaha tangguh demi penggemar bahkan hidupnya sendiri.

Empat tahun setelah kepergian Wood, para pecinta musik grunge harus menundukkan kepala untuk kedua kalinya. Seorang vokalis yang telah menjadi simbol dari genre yang lahir di kota Seattle ini ditemukan tewas di rumahnya sendiri dengan luka tembak dikepala dan aliran darah yang terpapar heroin. Kurt Cobain tewas dengan meninggalkan banyak teka-teki. Beberapa teori konspirasi ikut menyelimuti kematiannya walaupun tanda-tanda bunuh diri pun sangat kasat mata. Kepergian frontman dari Nirvana yang digadang-gadang sebagai dewanya musik grunge itu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi semua penggemarnya. Salah satu kutipannya yang ditemukan di surat yang ia tulis untuk terakhir kalinya yaitu "lebih baik padam daripada pudar" sedikitnya telah menunjukkan bahwa popularitas telah membuat hidup ayah dari Frances Bean Cobain itu tersiksa. Ia lebih memilih memadamkan hidupnya, untuk menjadi sosok yang terus dikenang daripada tetap menyala untuk akhirya meredup, memudar dan menghilang.

Tahun 2002, kembali menjadi tahun kelam bagi para penggemar musik grunge. Layne Staley ditemukan tak bernyawa di kondominiumnya karena penyalahgunaan obat terlarang. Ia menggunakan heroin dan kokain secara bersamaan. Kepergiannya yang tak wajar menjadi sangat memilukan karena ia baru ditemukan dua minggu setelah tanggal kematiannya dalam posisi duduk di depan televisi yang masih menyala. Frontman dari Alice in Chains ini tewas pada usia 32 tahun meninggalkan bandnya untuk kemudian diteruskan oleh Jerry Chantrel.

Dua dari ikon The Big Four of Grunge, telah pergi secara tak wajar. Setelah lima belas tahun melewati masa-masa tenang dengan karya-karya dua ikon grunge yang tersisa, tiba-tiba terdengar kabar yang sangat mengejutkan. Chris Cornell ditemukan tak bernyawa Setelah sebelumnya menggantung dirinya di kamar mandi hotel MGM Detroit tempat ia menginap dalam rangkaian tur reuni Soundgarden. Diketahui bahwa Cornell tengah menjalani pengobatan akan gangguan kecemasannya. Obat yang ia gunakan adalah Ativan. Obat yang juga dikenal dengan sebutan lorazepam ini memiliki beberapa efek samping yang cukup menyiksa. Bahkan seseorang dapat menyakiti sampai mengakhiri hidupnya sendiri apabila menggunakan Ativan melebihi dosis yang dianjurkan. Hal inilah yang beberapa waktu kebelakang dijadikan kesimpulan atas sebab kematian sang vokalis Audioslave ini.

Tiga ikon grunge telah pergi untuk selamanya meninggalkan satu-satunya teman seperjuangan mereka, Eddie Vedder. Banyak yang mulai memgkhawatirkan sang pemilik suara golden bariton ini, merujuk pada keadaan rekan-rekan semasanya yang tewas mengenaskan. Namun, kekhawatiran itu sedikit terobati, karena sepanjang karirnya di dunia musik, Vedder belum pernah terindikasi bersahabat dengan obat-obatan. Frontman dari Pearl Jam, band yang telah memasuki tahun ke-25-nya itu hingga kini selalu dalam keadaan sehat walafiat. Kegemarannya akan beberapa olahraga seperti basket dan berselancar sedikitnya telah mempengaruhi gaya hidup sehatnya. Ia menggunakan seluruh energinya untuk musik, dan Pearl Jam adalah buktinya. Band yang hingga hari ini masih terus berkarya dengan line up yang solid. Selain Pearl Jam, pria yang kerap bekerjasama dengan musisi genre apa saja itu pun memiliki proyek solo dan kolaborasi dengan beberapa artis dan band ternama.

Walupun masih ada beberapa musisi pelopor grunge yang masih eksis hingga kini layaknya Dave Ghrol dan personil Alice in Chains, tak serta merta membuat mereka meneruskan warisan yang pure grunge. Maka tak salah rupanya bila Eddie Vedder dan Pearl Jam-lah yang kini menjadi pemegang kunci penerus musik grunge dan diharapkan akan terus menanamkan akar-akarnya dalam setiap nafas lagu yang mereka bawakan.

Ya, semoga saja.

Sekian.

posted from Bloggeroid

Friday, January 13, 2017

BEDA TAPI SATU

Gue merasa geli aja ketika ada orang yang pengennya selalu seragaman dalam bergaul. Dimana aja, dengan siapa, semalam berbuat apa, eh Yolanda itu mah. Maksudnya seragaman dalam hal pemikiran, prinsip, agama, ras, strata sosial, warna kulit, model rambut, penyakit, bau kaki, bentuk alis, merk tas, genre musik, dan lain sebagainya. Gak mau nyatu kalo gak seragam. Gak mau temenan kalo gak seragam. Menutup diri, gak friendly, nehatip thinking, selalu curiga yang akhirnya cuma bisa diem dipojokan, ketap ketip, lirak lirik dan hap lalu di tangkap, ah dasar kau cicak.

Gue gak habis pikir aja sama yang kayak begitu, gimana mau berteman dengan Optimus Prime, Bumblebee, Ironhide atau E.T? Dengan yang jumlah kromosomnya sama aja balik badan maju jalan. Sedih sih mendapati kenyataan bahwa ada yang seperti itu, karena bagi gue, berteman itu gak harus pandang bulu. Cukupi sampai disini penderitaan sang bulu yang telah dicabuti, dipisahkan dengan biangnya, diwarnai, lalu diikat jadi kemoceng.

Hmm, kasian ya sang bulu yang selalu jadi kambing hitam.

Ketika tak satu suku langsung alerhi.
Ketika tak satu agama langsung di curigai.
Ketika tak satu ras langsung undur diri.
Ketika tak satu golongan langsung sakit gigi.

Bagi gue itu sama aja dengan mengingkari penciptaan manusia yang berbeda-beda oleh yang maha kuasa.

Salah satu sahabat terbaik gue adalah seorang protestan tionghoa. Dia adalah salah satu sahabat yang selalu ada buat gue. Mungkin dia gak suka gue bercerita tentangnya, tapi biarlah dunia tahu, bahwa sebuah ikatan persahabatan gak layak untuk dinodai dengan hal-hal yang berbau SARA.

Kami gak pernah bicara menyinggung agama dan suku kami yang sangat berbeda. Karena agama adalah domain masing-masing pribadi. Suku? Ras? Ah jaman apa sekarang? Kuda gigit besi? Lu sama gue tu sama, sama-sama manusia. Sama-sama live under the same sun seperti yang didendangkan Klaus Maine, ketua genk Scorpion. Matahari gue juga matahari lu, kecuali lu hidup di luar tatasurya kita terjebak di lubang cacing yang belum terbasmi sama combantrin.

Sahabat gue yang satu ini penuh dengan toleransi. Gue telat dateng janjian, dia senyumin. Gue ngerjain kewajiban bersyukur kepada Tuhan, dia tungguin. Gue curhat tetek bengek yang gak ada ujung pangkal, dia dengerin. Gue tidur di bis kota, dia ngikutin hihi. Salah satu hal yang selalu gue inget akan sahabat gue ini adalah bagaimana dia membuat gue sadar untuk selalu berdoa ketika akan melakukan sesuatu, misalnya ketika akan makan. Bukan dengan suruhan "Berdo'a dulu sebelum makan, cyiiinn." namun dengan perbuatan.

Gue bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan seorang sahabat yang baik, diantara banyak perbedaan. Dengan adanya sahabat dan teman yang beragam, pikiran gue jadi terbuka, gak cupet lagi. Gak hanya bergelung dengan "keakuan" gue.

Sesungguhnya Tuhan menciptakan segala perbedaan di dunia ini agar kita dapat belajar menjadi manusia-manusia yang penuh kasih dan saling menghargai. Karena perbedaan bukanlah untuk di musuhi dan diperdebatkan namun untuk di dekap dalam pelukan hangat kemanusiaan.

Sekian.


<3 My beloved friend, you are one in a million. Thank you for the good 21 years of friendship and still counting.

posted from Bloggeroid

Thursday, January 12, 2017

MARAH

Bila saja marah-marah bisa bikin badan gue kurus kayak si Uus, tiap hari gue bakalan marah-marah terus. Marah karena kenaikan harga barang dan jasa yang masip, pendapatan kurang sip, hp lemot, kuota cekak, usaha jalan ditempat, temen gak pengertian, ayam beri sembarangan, kuda kencing berdiri kucing kencing berlari, de el el, etece. Tak lupa gue juga bakal marah sama hidup gue yang gak seberuntung si A, gak sehoki si B, gak selaba si C, atau gak seprofit si Z.

Tapi untungnya marah-marah malah bikin badan gue ngembang kayak rangginang yang di goreng di minyak panas, hipertensi, gatel-gatel, rorombeheun, aura kelam, wajah asem, jerawatan, ketombean, komedoan, ubanan, di jauhi temen, kastamer, tetangga, bu erte, bu erwe, si abah, si emak, sisiuk dan lain sebagainya. Deretan hal tak menyenangkan tersebut ternyata telah membuat gue siuman kalau marah-marah itu banyak ruginya daripada untungnya, defisit, mana gak dapet gaji ke-13 sama bonus akhir tahun lagi. Widih, siapa gue, pegawai bukan karyawan entahlah. Jauh panggang dari api. Tsaaah.

Dan gue merasa nyaman, suejuk, gemah ripah lohjinawi tut wuri handayani, ketika mendengar fatwa imam besar the ertetigaerweduacicukangplaza yang menyebutkan bahwa bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidup adalah salah satu hal yang dapat meredam bom kemarahan yang ada dalam hati, kecuali bomnya C4, itu mah tim gegana yang harus turun tangan.
Dan berpikir positif adalah salah dua cara memampatkan kemarahan, karena bila nehatip haruslah memakai kecemeta mineus, bukan kecemete pleus apalagi kecemete kuda.

Marah-marah memang boleh-boleh saja, namun asalkan ada perlunya. Ah, kalo udah gini, jadi inget sama salah satu lagunya bang Haji yang digubah sedikit oleh pak sekte, seperti dibawah ini :

Janganlah hey marah-marah, kalau tiada artinya
Marah-marah boleh saja, kalau ada perlunya

Kalau terlalu banyak marah
Muka merah tensi menjulang
Kalau sering marah-marah
Segala penyakit akan mudah datang
Darilah itu sayangi badan
Janganlah marah-marah sembarangan.

Sekian dan terima diri.

posted from Bloggeroid

Wednesday, January 11, 2017

HIDUP DAN ANGKA

Hidup itu janganlah di dikte oleh angka, karena sesungguhnya angka adalah domainnya toto gelap. Mengapa harus gelap? Karena kalau Tewel, itu mah gitarisnya Elpamas.
Sekian dan terima gaji.

posted from Bloggeroid