Sunday, May 25, 2014

LATIHAN PENDAHULUAN BELA NEGARA ALA POLTEK ITB

Membaca judul salah satu artikel di sebuah media online yang berbunyi : Artis Pria Tampan Korea Saat Wajib Militer, Masih Keren? Dan saya pun menjawab sambil nyengir “MASIH“. Coba liat deh Kim Jung Hoon, Pemeran pangeran ganteng Lee Yul Goon dalam salah satu drama paling
sukses sepanjang sejarah Korea,
Princess Hours itu malah lebih keren ketika sedang menjalani wamil. Bayangin, dalam dua taun ikutan wamil, tu orang masih aja terlihat keren dan keceh, lha saya? Dua minggu, pulang pulang udah kayak mimi hitam. Kalo Syahrini sih dengan gampangnya bilang, tinggal diobatin aja biar putih lagi, lha saya, tinggal bilang di jemur lagi aja biar garing kayak ikan asin.

Protes? Ah enggak, dua minggu di Pangalengan, dalam rangka melaksanakan kewajiban latihan pendahuluan bela negara atau yang lebih di kenal dengan latsardis adalah hal yang nyebelin tapi juga nyenengin. Serius.
Betapa tidak, awalnya merasa ketar ketir ngeri membayangkan apa yang bakal terjadi di dua minggu ke depan tapi akhirnya misteri ketar ketir pun terjawab dengan segala pengalaman pahit manis yang terjadi.

Saat itu hari ke sepuluh di bulan September. Berbekal kaki yang dioles ramuan bawang merah dan minyak goreng, saya memantapkan hati untuk melangkah dengan pasti dan berdoa agar ramuan itu cocok di kaki, eh bukan maksudnya memantapkan hati untuk benar benar serius mengikuti program ini, serius? Ah yang bener?

Hari pertama adalah hari yang sangat berat, dimana proses adaptasi sedang berlangsung.Pertama kali makan bareng teman teman adalah pengalaman yang menakjubkan. Betapa tidak, makan kali pertama itu horor banget. Piring plastik kami harus bersih dari segala bentuk makanan dalam waktu 3 menit, itu menyiksa sekali kawan. Dengan nasi yang super duper keras, sayur yang judulnya entah apa dengan hiasan ulat ngelel di dalamnya, dan beberapa lauk lain yang gak bikin selera makan terbit membuat piring saya totally tidak bersih. Demi menghindari teriakan galak sang komandan maka sisa nasi di piring pun bertebaran ke mana mana, ada yang di masukan ke tempat minum, ke saku baju, atau ke saku celana dengan gaya blingsatan gak karuan. Jadi inget salah satu scene film Mr.Bean di sebuah resto dimana dia menyembunyikan makanan yang gak di sukainya di tempat tempat yang absurd.
Sebenernya bersyukur banget sih, makanan kami dulu itu sudah sesuai motto 4 sehat 5 sempurna walau rasa dan penampakannya jauh dari sempurna, ya maklum aja deh yang masak kan para prajurit yang baru pulang dari Timtim bukan Chef Vindex paporit saya itu. Ah segitu juga udah uyuhan.
Paling heroik adalah ketika sedang asik asiknya menggerogoti daging ala sendal jepit, lalu tanpa di nyana pak komandan menggebrak meja, serangan udara, nyungsep deh semua ke bawah meja, hal kayak gini nih yang suka bikin tersedak alias keselek di samping makan daging sendal jepit tadi tentunya, harusnya peralatan masak ketentaraan itu di lengkapi dengan panci presto, selain hemat waktu, daging pun tak akan alot seperti sendal swallow. Tapi kebayang repotnya kalo sedang bergerilya di hutan harus bawa bawa panci presto sama gas 3 kilo.

Mandi adalah salah satu aktivitas yang di hindari, dalam rentang waktu dua minggu itu saya mandi hanya 3 kali. Seorang teman ingin memecahkan rekor tidak mandi selama 2 minggu, tapi sayang pada hari terakhir dia jatuh dalam kubangan air dan mengharuskannya bersentuhan dengan air pangalengan yang sangat dingin. Pemecahan rekor pun gagal sudah.
Gak suka mandi karena selain suhu nya yang luar biasa dingin, bisa sampai menyentuh angka 10°C juga karena kamar mandi di sana itu... horrooorrr.

Dini hari ketika sedang lelap lelapnya tidur, terdengar bunyi meriam menggeleggar. Weits mencekam banget deh berasa ada di daerah konflik, bunyi dar der dor memekakkan telinga. Yap, waktunya alarm stelling kawan.Bunyi sirine meraung raung, lampu barak di matikan, sambil masih mengumpulkan nyawa, saya pun blingsatan mencari perlengkapan yang gak boleh ketinggalan. Teman yang sudah siap siap dan cekatan sih adem ayem aja melenggang, sedangkan saya saking paniknya tempat minum pun ketinggalan, akhirnya ya di hukum, push up 15 x dan lari keliling lapangan di pagi yang dingin bersama beberapa teman, di foto pulak sebagai bukti ketidakdisiplinan haha, tapi seperti biasa dilakukan tanpa beban riang gembira.

Paling gak suka adalah ketika pembekalan materi di Aula Sudirman. Kenapa? Karena kita di paksa menerima materi diantara rasa kantuk yang luar biasa hebatnya. Ngantuknya berjamaah pulak, ingin rasanya gogoleran mendengarkan musik sambil memeluk bantal, tapi apa daya ini aula bukan kamar kosan. Gak enak juga ya jadi tentara, gak bisa tidur siang memeluk bantal.

Acara paporit saya adalah acara jalan jalan atau orientasi medan. Lumayan jauh jarak yang di tempuh membuat kaki gempor gak karuan, tapi seenggaknya bisa liat pemandangan, menikmati gemericik air selokan yang jernih, ngambil tomat di kebun orang, jajan jajan sebentar, pokoknya lumayan deh buat menghilangkan rasa jenuh karena berkutat dengan lokasi yang itu itu saja di dalam lingkungan secata.

Nah pada suatu malam, kami harus menjalani sebuah misi, wajah kami di hiasi oleh sapuan hitam larutan norit. Berasa di film Tour of Duty pokoknya, ingin nya sih tampil keren dan serem ala sersan Zeke dengan mencoreng moreng muka tapi hasilnya malah kayak maling kesiangan habis kecebur got. Malam itu acaranya caraka malam. Berjalan berdua dua, saya dengan Telly, sahabat sehidup sengacir, harus berjarak dengan kelompok lain, gak boleh bergerombol, itu teorinya, tapi prakteknya tetap saja bergerombol dengan cara saling tunggu menunggu.
Kami tau, pocong yang terombang ambing di atas pohon itu perbuatan salah seorang menwa, tapi malam yang gelap, bunyi jangkring yang bersahutan dan bau asap kemenyan yang menusuk hidung mengalahkan akal sehat kami, dan ngacir adalah perbuatan kami selanjutnya.
Melewati perkebunan dan pesawahan dengan suara grok grok pak komandan ala babi nyasar membuat susunan pesan yang harus di hafal kabur semua dari pikiran. Rasa takut akhirnya sukses merusak konsentrasi dan nalar.

Kata pak direktur, tujuan diadakan program ini agar nantinya kita terbiasa berdisiplin ria ketika masa perkuliahan tiba. Dengan sangat menyesal cita cita pak direktur tidak terbukti pada saya, karena hampir tiap semester saya harus bayar kompen akibat sering kuliah kesiangan :D.
Ah pak direktur, malu rasanya hati ini pak hihihihihi *evillaugh.






Saturday, May 3, 2014

IT‘S NOT HARRY POTTER‘S KNOCKTURN ALLEY

Gang ini bukanlah semacam
Knockturn Alley nya mister Harry Potter. Gang ini adalah gang yang selalu saya lewati ketika pulang dari pasar. Gang yang sangat produktif di pagi hari.

Di gang ini pula saya sering merasa kecil diantara himpitan bangunan bangunan permanen yang menjulang tinggi di sisi kanan dan kiri.

Pagi tadi, saya kembali melewati gang sempit ini.
Kicau burung kenari dari rumah berteras tanah menyambut kemunculan saya sementara bau asap yang keluar dari beberapa knalpot motor yang sedang di panaskan mengusik hidung saya. Udara bersih pagi hari dikalahkan oleh polutan masa kini, sayang sekali.
Seekor burung kakaktua bertengger di pagar salah satu rumah yang terletak persis di sisi jalan yang melandai. Kakaktua berbulu putih itu berjalan hilir mudik sambil mengangguk anggukan kepalanya.
Beberapa anak berkerumun di depan warung kecil, menikmati jajanan limaratusan sambil berceloteh dengan riangnya.

Di depan saya jalan menanjak telah menanti, berharap bisa melenyapkan beberapa kalori. Tiga orang ibu ibu berdaster sedang bergosip di depan kamar kamar kontrakannya. Harum masakan berkelebat lalu berganti dengan bau tak sedap dari kamar kecil yang letaknya entah dimana.

Lalu mata saya pun bersiborok dengan jemuran basah yang baru saja selesai di orbitkan oleh seorang ibu setengah baya, berderet rapi memenuhi pekarangan rumah yang di dalamnya terdapat sebuah pohon delima yang sedang lebat lebatnya.
Sementara di sebelah kiri saya tukang bubur yang sepertinya belum naik haji sedang sibuk melayani pelanggannya.

Perhatian saya pun beralih kepada dua orang bapak muda belia yang mungkin memutuskan untuk menjadi ratu rumah tangga, bersenda gurau sambil menggendong balitanya masing masing dengan sehelai selendang sutra tanda mata dari nya #eh :D.
Seekor ayam jantan dengan gagah mengepakkan sayap nya di atas kamar mandi setengah badan diiringi dengan wangi sabun dan gemericik suara air pancuran yang memanjakan telinga.

Di gang ini pula saya bersua dengan penjual awug, sayur dan pisang keliling. Seorang pemuda yang mengalami sedikit gangguan mental tapi rajin bekerja melengkapi suasana pagi yang sibuk, di sebuah gang, tempat dimana saya bisa merasakan suatu atmosfer keberagaman.

posted from Bloggeroid

Thursday, May 1, 2014

PRISONERS : SIN, TRAUMA AND FAITH

“Pray for the best, but
prepare for the worst“ - Keller Dover

Saat nya nonton “Prisoners“.

Prisoners adalah film drama thriller misteri yang dibintangi oleh si Wolverine “Hugh Jackman“.
Walaupun durasinya terbilang
panjang, tapi film ini gak kehilangan daya tariknya.
Penonton di paksa untuk tetap
terjaga dan berpikir melalui
scene scene yang penuh misteri.

Cerita di awali dengan hilangnya Anna, putri dari Keller Dover (Hugh Jackman) yang berusia 6 tahun. Anna hilang bersama temannya, Joy, putri dari tetangga Keller ketika mereka sedang merayakan hari thanksgiving.
Satu satu nya hal yang membuat curiga adalah sebuah RV yang terparkir manis di jalan dekat rumah mereka. RV itu adalah milik seorang pemuda yang bermental layaknya anak usia 10 tahunan, bernama Alex Jones (Paul Dano). Alex lalu di tangkap oleh detektif yang bernama Loki. Sempat merasa gak rela, mengapa seorang detektif yang luar biasa gigih dalam memecahkan kasus yang misterius harus menyandang nama Loki, dewa aneh yang sangat terkenal dalam dunia Marvel :D.

Detektif yang mempunyai beberapa tatoo di tubuhnya dan sering berkedip ketika dalam keadaan tertekan itu diperankan dengan baik oleh Jake Gyllenhaal, aktor yang pernah beradu akting dengan Dennis Quaid dalam The day after tomorrow.

Karena tidak adanya cukup bukti maka Alex pun di lepaskan oleh pihak kepolisian di bawah pengawasan bibinya yang bernama Holly (Melisa Leo).

Sementara itu Keller merasa frustasi karena kelambanan pihak kepolisian dalam menangani kasus putrinya, padahal Keller yakin bahwa Anna masih hidup. Dibutakan oleh kemarahan dan perasaan gagal melindungi keluarganya, maka Keller pun terjun sendiri ke dalam pencarian putrinya. Keller sangat meyakini bahwa Alex tahu sesuatu tentang penculikan itu, maka dengan bantuan ayahnya Joy (Terrence Howard), Keller menyekap Alex di rumah kosong yang pernah di tinggalinya dulu. Karena Alex tak kunjung mengaku maka siksaan demi siksaan di lancarkan Keller untuk mendapatkan jawaban dari Alex, tapi Alex bergeming.

Film berending cliffhanger ini di sutradarai oleh Denis Villeneuve dan rilis bulan September tahun lalu.
Film yang sangat layak tonton.






posted from Bloggeroid

Tuesday, April 15, 2014

KAYA RASA DI 90 AN

Kemarin selewat dua lewat melihat satu acara di sebuah tipi swasta yang menampilkan wawancara singkat dengan CJR, bukan Christiano Jeung Ronaldo yak, tapi Coboy Junior, itu loh kelompok pokal paporit ABG dan emak2nya yang baru saja ditinggal pergi salah satu anggotanya yang bernama Bastian Tito, eeee wiro sableng ... gurunya sinto gendeng ... eh salah pokus.

Nah saat itu, Kiki salah satu anggota dari CJR berkata bawasannya dia ingin hidup di era 90 an yaitu di era yang kata dia sih penuh dengan tantangan *iya gitu* dan era dimana banyaaaak sekali genre musik baru bermunculan, limpah ruah, swasembada.

Hmmmm ..... ya ya ...

Lalu saya pun berpikir,

Mungkin kiki merasa lebih bergairah ketika harus mencari kaset atau CD seken karena keadaan perekonomian dompetnya sedang melemah sampai di bawah titik mengenaskan, di sepanjang jalan Cihapit, hilir mudik, tungkrang tongkrong, pilah pilih diantara deru debu dan kendaraan yang lewat tiada henti daripada duduk diam mendonlot lagu lagu secara free dari gajetnya sambil memandangi balok balok sinyal yang kadang penuh tapi sering kosongnya.

Mungkin kiki merasa lebih senang karena bisa berdilema ketika harus menunggu acara dikte lirik lagu di radio kesayangan di tepat pukul 10 malam dimana matanya sudah rapet sebelah tapi bayangan nyanyi bareng nuno bettencourt melayang layang di matanya yang sebelah lagi, daripada duduk diam di depan gajetnya untuk mengugling lirik lagu yang dia cari dengan hanya ketik sana tekan sini, beribu ribu lirik lagu langsung muncul di depan matanya, yang sebelah mana? entah lah.

Mungkin kiki merasa lebih bersemangat ketika harus mengantri di telepon umum, wartel atau membongkar kunci telpon rumahnya dengan segala cara demi bisa menelpon seseorang yang ingin dia telpon, bahkan terkadang bela belain menunggu tengah malam tiba ditemani secangkir kopi pahit demi interlokalan dengan tarif yang murah daripada hanya duduk diam di depan gajetnya, skype an, bbm an, wa an, twitter an, fb an etc etc etc ...

Mungkin kiki merasa begitu sempurna ketika di pergelangan tangannya nangkring G shock triple 10, pager motorola di saku jeans nya, walkman sony super gede di dalam tas nya, kalkulator casio fx 3600 di selipan buku bukunya, dan gak ketinggalan buku alamat kecil di dalam dompetnya, daripada merasa bosan paripurna kepada satu buah gajet multitasking nya yang bertipe 4 L alias lu lagi lu lagi.

Mungkin kiki lebih merasakan kepuasan tiada tara karena pengorbanannya yang harus nongkringin salah satu TV swasta terbayar lunas ketika akhirnya dia bisa melihat Pearl Jam, Nirvana, Live, STP, Alanis, bahkan ben tua sekelas Kiss berunplugged ria di acara MTV unplugged dari pada hanya mengerahkan pasukan jempol nya untuk memutar segala macam video yang dia ingin lihat di situs gratisan yusub eh yutub.

Daaaaannn ....

Mungkin kiki ingin merasa lebih kaya rasa ketika playlistnya di penuhi dengan musik musik 90 an yang terkenal dengan keberagamannya daripada hanya berkutat dengan katy perry dan lady gaga.

Ah, tapi ini semua cuma mungkin. Hanya Tuhan dan Kiki yang tau.

Auf wiedersehen sayonara goodbye yuk dadah yuk bay bay.



posted from Bloggeroid

Saturday, April 12, 2014

KANDUNGAN BESI PADA METEOR

Kandungan besi pada batuan dari luar angkasa atau yang di sebut meteor bila sudah sampai bumi, lebih besar dari pada kandungan besi pada batuan bumi, begitu kata bapak ahli geofisika yang berambut menawan itu.

Rada masuk akal juga ya, mengapa gank transformer asalnya dari luar angkasa, saya pikir dulu bumblebee dkk itu asalnya dari madura, secara disana kan terkenal dengan rongsokan besinya hahaw, piss.



posted from Bloggeroid

TUSUKAN JARUM DARI BOTOL BEKAS

Bagi para pecinta jahit menjahit atau pun pengguna hijab, jarum dan jarum pentul adalah suatu barang yang sifatnya sangat crusial. Jarum jarum yang runcing runcing itu tentunya harus di simpan di tempat yang aman tapi mudah di cari bila suatu saat di butuhkan.

Untuk membuat tempat jarum, mudah saja kok, gak pake mahal lagi, cukup dengan memanfaatkan barang bekas dan bahan bahan yang sederhana , kita bisa menciptakan tempat tusukan jarum.

Marimul yuk.
Bahan dan alat :
Botol bekas cream wajah atau tutup botol plastik.
Dakron
Kain perca
Gunting
Benang jahit

Caranya :
Bersihkan dulu botol bekas cream sampai bersih, lalu masukkan kain perca ke dalam botol tersebut sampai setengah penuh.
Siapkan kain perca satu lembar beri dakron secukupnya, ikat bawahnya dengan benang sehingga membentuk bola, masukkan ke dalam botol tadi.
Tempat tusukan jarum pun sudah selesai di buat.


posted from Bloggeroid

Wednesday, April 2, 2014

MENGHIAS BUKU HARIAN DENGAN KAIN PERCA

Sebagai orang yang sering lupa, buku harian atau agenda adalah salah satu hal yang lumayan penting dalam kehidupan keseharian saya.  Buku harian saya kali ini berupa agenda kerja yang jauh dari keren dan gayak. Cover nya berupa sampul plastik pekat berwarna hitam dengan tulisan berwarna emas.

Saya pikir kalo sampul buku harian ini di percantik kayaknya bakal lebih oke nih keliatannya, minimal bisa membuat mata ini agak cerah gitu lah.  Maka malam tadi saya ambil peralatan saya dan mulai mengerjakannya.

ini penampakan buku sebelum di hias hias, flat banget.

nah, ini setelah di hias dengan kain perca, limbah usaha konveksi kakak saya plus kain flanel, limbah usaha kaos flanel saya.


bikin kayak gini gampang banget kok, tinggal gunting dan tempel aja. 
KEREAKTIF kalo kata mbak nya laman lalamakan.com heheh.