Showing posts with label linkin park. Show all posts
Showing posts with label linkin park. Show all posts

Monday, February 2, 2015

KEEP CALM AND LISTEN TO LINKIN PARK

Seorang teman pernah berkata “grup/lagu rock bagus itu berakhir di tahun 2000, mungkin kiamat sudah dekat“. Dan saya pun terkikik di buat nya.

Maybe yes or maybe no. Sebagian besar penikmat musik rock yang seusia dengan saya mungkin berpendapat sama dengan teman saya itu, karena dulu kami sangat di manjakan oleh musik musik berkualitas di jamannya. Sedangkan grup grup band tua yang masih bertahan hingga kini pun terdengar sudah tidak mempunyai power untuk mengembalikan masa kejayaan mereka. Bagi yang tidak tahan dengan degradasi ketenaran, mungkin apa yang pernah mendiang Kurt Cobain katakan ada benar nya yaitu “lebih baik padam dari pada pudar“, padam untuk selalu di kenang, daripada pudar untuk akhirnya menghilang secara perlahan.

Berdasarkan pernyataan teman saya tadi, mungkin Linkin Park (LP) adalah salah satu grup rock yang yang sedikit menenangkan hati menentramkan jiwa, aih lebay. Album album mereka yang rilis sekitar tahun 2000 an keatas, masih bisa dijadikan penghiburan yang berarti bagi kaum paruh baya seperti saya :p, kiamat masih jauh, teman, kalem sajah. LP yang terbentuk di kota yang sama dengan Hoobastank, yaitu Aguora Hills di tahun 1996 adalah band yang beraliran Nu Metal atau Neo metal, metal yang dibaharukan :D. Menurut primbon musik, nu metal itu merupakan subgenre nya alternatif metal yang di dalam nya terdapat gabungan dari musik metal, hiphop, funk dan grunge. Mendengarkan fry screaming dan growling an nya Chester Benington, rapping nya Mike Shinoda dan utilizing programming dan synthesizers nya Joe Hanh adalah pengalaman mendengarkan musik yang sangat berbeda. Sebenarnya saya sendiri sama sekali kurang suka bila 3 hal diatas berdiri sendiri sendiri, yaitu screaming growling, rap, dan synthesizers. Tapi ibarat adonan kue, bila telah di mix maka menghasilkan sesuatu yang berbeda dan menarik tentunya.

Hybrid Theory adalah album yang saya sukai, album yang rilis tahun 2000 itu adalah album debut yang membawa mereka menjadi band yang dikenal di seantero planet. Semua lagu di album ini dari One Step Closer sampai Forgotten adalah lagu favorit saya termasuk lagu mixing an nya mister Hahn “ cure for the itch“.

Di album Meteora, Numb adalah salah satu lagu favorit saya dengan line yang saya sukai yaitu : “all i want to do is be more like me and be less like you“, selain itu saya juga menyukai somewhere i belong, breaking the habit dan faint. Suara Chester Benington di album ini sangatlah prima. Vokalis yang juga merupakan frontman dari band bernama Grey Daze, Dead by Sunrise dan terlibat di proyek album terakhir Stone Temple Pilots ini, menurut saya adalah salah satu vokalis yang mempunyai warna suara dengan karakter yang kuat.

Ngomongin LP gak akan lepas dari Film nya Michael Bay yang sangat fenomenal, yaitu Transformers. LP adalah salah satu pengisi soundtracks film trilogy yang di bintangi oleh Shia Lebaouf itu. What i‘ve done adalah soundtracks untuk film Transformers 1, dan film ini telah menjadikan single yang berada dalam album Minutes to Midnight ini menjadi lagu yang paling tinggi penjualannya selama karir mereka bermusik.
Di Transformers 2, Revenge of the fallen, LP membawakan single New Devine yang sangat di sukai oleh Michael Bay sang sutradara. Di film yang mana banyak scene pertempuran antara autobots dan decepticons ini, new devine terdengar sangat pas mewakili pergerakan para robot aliens itu.

Dark of the moon, adalah film transformers selanjutnya yang masih melibatkan LP sebagai pengisi soundtraks nya. Kali ini lagu yang di bawakan oleh Chester Bennington, Mike Shinoda, Brad Delson, Rob Bourdon, Dave Farrel, dan Joe Hahn itu terdengar manis tanpa teriakan teriakan yang menjadi ciri khas mereka. Lagu balad berjudul Iridescent yang terdapat dalam album A Thousand Suns ini dibawakan dengan baik oleh Shinoda, di timpali dengan paduan suara seluruh anggota band sebagai backing vocals nya.
Selain Iridescent, Castle of Glass yang berada di album Living Things juga merupakan contoh lagu balad milik LP lainnya. Lagu lagu soft ini membuktikan bahwa LP tidak selalu menyajikan lagu lagu cepat nan keras.

Vokalis kedua LP adalah Mike Shinoda, rapper yang ini gak pake blingbling segede velg becak, gak pake celana melorot bak si slim shady Eminem yang lagi saingan sama Billy joe Amstrong, rapper ini gayanya biasa biasa saja tapi rapping nya rapih, seperti yang bisa di dengarkan di salah satu lagu favorit saya “Burn it Down“, cakep.

Tahun 2014 lalu, LP merilis album bertajuk “The Hunting Party“, album ini di gadang gadang sebagai album yang muatannya kembali ke warna album pertama mereka Hybrid Theory. Until it‘s Gone dan Final Masquerade adalah lagu favorit saya di album ini, nuansa rock nya ngena banget. Di album yang rilis bulan Juni tahun 2014 ini, LP membawa kembali pendengarnya untuk bernostalgia dengan lagu lagu yang feel nya full rock tidak banyak banyak mengandalkan musik eksperimental dan tekno. Ada yang lain di album ini yaitu lagu instrumental full piano dengan melibatkan Tom Morello, gitaris Rage Against The Machine berjudul Drawbar. Selain Morello, ada pula lagu Rebellion yang di dalamnya dilibatkan Daron Malakian nya System of The Down.

Sebagai band yang di besarkan oleh MTV, LP menjadi salah satu band yang mempunyai banyak haters terutama dari kalangan antimainstream. Para haters ini menganggap bahwa musik LP itu tidak berbobot, tidak jelas genre nya, lirik yang berputar di situ situ saja dan vokalisnya hanya bisa berteriak teriak gak jelas. Tapi terlepas dari apapun yang dikatakan para haters nya, LP telah menunjukkan bahwa pendapat para haters itu tidak menggoyahkan kedudukan band mereka di mata para fansnya, itu di buktikan dengan banyaknya hits di akun youtube mereka yang telah menyentuh angka 1 milyar (?) dan menjadi band yang menduduki peringkat ke 15 sebagai band yang banyak di like fanspage FB nya.

Terakhir, mengutip kata kata teman saya, bahwa bila tidak suka akan musiknya, lebih baik jangan didengarkan atau tinggalkan saja sekalian, daripada harus berletih letih menjelek jelekan, capek.
Tapi bagaimana pun juga, berterima kasih lah kepada haters, karena ada yang bilang bahwa “haters make us famous“.

Sekian.






posted from Bloggeroid

Sunday, January 27, 2013

LP - HYBRID THEORY : From Surabaya to Bandung

Hybrid Theory adalah album terakhir yang saya beli dalam format kaset berpita.  Album Linkin Park itu pula yang sangat berjasa ketika saya bermuram durja dalam suatu perjalanan yang panjang dan melelahkan di atas kereta api Mutiara Selatan jurusan Surabaya Bandung sekitar tahun 2002 an. 

Duduk bersebelahan dengan si kecemete yang sungguh pendiam membuat saya berpaling kepada walkman yang tergeletak pasrah di dalam tas, dengan satu satu nya kaset yang saya bawa.  Berangkat dari Gubeng pukul 17.10, dengan hawa dingin menusuk tulang karena hujan yang mendera dan pontang pantingnya kipas angin yang berputar di atas kepala saya membuat semakin muram perjalanan kala itu.

Tapi kemuraman saya sedikit terobati oleh teriakan teriakan Chester Bennington yang jernih dan line demi line rappin‘ nya Mike Shinoda yang rapi.
Salah satu album yang masuk dalam buku referensi musik yang di edit oleh Robert Dimery sebagai 1001 albums you must hear before you die ini, memang album yang pantas untuk dinikmati dari awal sampai akhir.  Nomor nomor seperti papercut, one step closer, crawling sampai in the end telah membuat malam saya diatas kereta api itu gak terlalu membosankan. 

Memandangi gelap malam dari balik jendela yang sebagian retak karena ulah beberapa oknum suporter bola lokal yang tidak bertanggung jawab, dengan points of authority di telinga membuat mata saya gak bisa terpejam barang sesaat, asik menikmati luas nya sawah dan tegalan, cahaya lampu yang berpendar di kejauhan, dan bayang bayang pohon besar yang berdiri kokoh sepanjang tepi rel kereta.  Saya tetap terjaga, karena saya ingin tetap terjaga.  Dan untungnya band rock ini lah yang menjadi teman saya, apalagi ketika chester meneriakan line 1 menit 48 detiknya yang terkenal itu “shut up when I‘m talking to you“ mata saya serasa ditarik oleh kekuatan yang entah dari mana, sementara di samping saya si kecemete tertidur pulas, entah mendengkur atau tidak, siapa peduli, toh telinga ini telah di penuhi oleh komposisi musik Linkin Park yang genius. Lirik lirik dalam album ini yang berisikan tentang pengalaman pengalaman pahit sang lead vocalist, terdengar rough dan kadang sedikit menyayat hati, menyempurnakan album yang di nilai lebih punya potensi di banding album ben seangkatannya semisal Korn atau Limp Bizkit.

Dan akhirnya, entah yang kali keberapa album itu saya putar ketika kereta api yang saya tumpangi berhenti tepat di Stasiun Bandung, sekitar pukul 8 pagi an, meleset  dari jadwal yang seharusnya.  Panjang dan lama memang perjalanan yang saya tempuh, tapi setidaknya dengan Linkin Park di telinga, saya jadi merasa lebih dekat dengan mas Ches #eh, maksudnya dengan lagu lagu mereka yang mungkin bakal dikenang sepanjang masa.

Tracks list :
Papercut
One step closer
With you
Points of authority
Crawling
Runaway
By my self
In the end
A place for my head
Forgotten
Cure for the itch
Pushing me away

#salam mas ches eh LP !!!

Published with Blogger-droid v2.0.10