Showing posts with label mythoughts. Show all posts
Showing posts with label mythoughts. Show all posts

Monday, July 27, 2015

PASAR CILIMUS

Di hari lebaran ini saya gak mau ketinggalan keren sama pak polisi yang sedang melakukan operasi ketupat di jalan. Tapi operasi yang saya lakukan bukan di jalan melainkan di pasar. Pasar yang saya kunjungi adalah pasar Cilimus Kuningan. Pasar Cilimus ini lumayan bersih, lantai bawahnya di tempati oleh pedagang sayuran dan turunannya. Sedangkan lantai atas di tempati oleh para pedagang sandang dan turunannya.

Banyak hal khas yang saya temui di pasar yang terletak bersebrangan dengan sebuah mesjid ini. Apa saja? Mari kita tengok.
Tahu kuning di pasar ini di jual perbungkus isi 5 dengan harga 2 ribu rupiah. Yang unik adalah kemasannya, plastik yang membungkusnya di buat bergelembung layaknya balon. Rasa tahu di sini hambar tidak seperti tahu cibuntu heuheu.

Satu hal yang wajib di beli di pasar ini adalah ampas kecap. Ampas kecap disini, butirannya masih utuh, dan rasanya sama sekali tidak asin. Dijual perbungkus nya seharga 5 ribu sampai 10 ribu rupiah saja.

Tersebutlah sebuah merk kecap yang terkenal di daerah ini, namanya adalah kecap cap ayam putih. Kecap ini rasanya agak asin dan tidak begitu kental tapi cukup membekas di lidah. Saya tidak lupa selalu membawa pulang kecap produksi Cirebon ini sebagai kenang kenangan eh oleh oleh.

Harga bahan makanan di pasar ini menjelang dan setelah lebaran mengalami kenaikan harga yang fantastis. Gak hanya tiket bis aja yang kena tuslah lebaran, harga pangan pun gak mau kalah. Mentimun yang hari biasanya hanya 6 ribu perkilo, naik menjadi 20 ribu perkilo. Begitu pula dengan daging dagingan harganya bisa naik sampai dua kali lipatnya. Hal ini selain di pengaruhi oleh banyaknya pendatang yang mudik lebaran juga karena permintaan akan bahan pangan naik untuk keperluan tradisi hajatan yang kerap dilangsungkan beberapa hari setelah lebaran.

posted from Bloggeroid

Sunday, March 22, 2015

MASUK 86

Percakapan aneh dengan seorang teman.

Saya : “malem minggu nih kok malah main bola?“
Tmn : “gaklah, ini lagi otw“
Saya : “ otw nganter pengajian mama yah?“
Tmn : “hadeeh, futsal kak, eh tadi di jalan kena razia begal“
Saya : “mukanya mencurigakan ya jadi di tilang“

Beberapa jam kemudian.
Tmn : “baru pulang nih kak“
Saya : “dari futsal apa baru di lepas polisi?“
Tmn : “hadeeh, futsal dong kak, kalo polisi mah udah dikasih 20 rebu langsung di lepas“
Saya : “emang kenapa di tilang?“
Tmn : “gak punya SIM“
Saya : “waduh, sebangkotan gini gak punya SIM?“
Tmn : “iya kak, males bikin nya“
Saya : “warga negara yang tidak baik, patut di beri pelatihan dan denda setimpal“
Tmn : “males kak, nanti kalo udah masuk 86* baru bikin SIM“ *acara tivi.
Saya : “jiah, kalo masuk 86 nya cuma jadi figuran gimana?“
Tmn : “lumayan kak 50 rebu“
Saya : “wah, berarti aktor bener nya berapa ? *mata duitan“
Tmn : “mau ikutan gak kak ?“
Saya : “ eih, lu kate eike penjahit *tepok jidat sutradara.“
Tmn : “penjahat wooii penjahaat“
posted from Bloggeroid

Thursday, March 19, 2015

BUKAN ANAK GRUNGE

Saya tidak tahu banyak tentang grunge, karena saya hanyalah pendengar dan penikmat musiknya, tidak terlibat secara langsung seperti teman teman saya yang hingga kini masih eksis mempertahankan jiwa kegrungeannya dengan menghidupkan pentas pentas berisi musik grunge yang nyaris ada setiap bulannya.
Saya secara sadar, tidak mengkatagorikan diri sebagai anak grunge atau emak emak grunge hihi.

Pertama kali saya mendengar komposisi musik dari band yang di katagorikan grunge adalah pada tahun 1993 an, tapi bukan Nirvana, yang katanya dewa nya grunge melainkan Pearl Jam. Suara bariton milik Eddie Vedder serta komposisi musik yang mereka mainkan mampu membuat saya setia untuk menikmati karya mereka sampai album terakhir yang rilis beberapa waktu lalu yaitu “Lightning Bolt“. Bagi saya Pearl Jam adalah band yang patut diacungi jempol, karena telah berumur lebih dari dua dasawarsa dengan pergantian line up hanya di satu posisi saja.

Dulu, saya kerap memakai kemeja flanel, jeans lusuh, sweater dan sneakers, bukan karena ingin menjiwai gaya berpakaian grunge, tapi itulah salah satu gaya berpakaian yang saya suka. Sederhana dan tidak mengada ada. Begitu pula musik grunge yang minus sound effects dengan riff riff gitar yang kotor dan suara drum yang menghentak, terdengar sederhana dan tidak mengada ada.
Grunge sendiri katanya adalah perpaduan dari musik hard rock dengan punk. Sebelum era grunge, punk memang sedang jaya jaya nya. Ramones dan The Clash adalah dua band yang telah mengharu biru aliran musik yang di dalamnya terdapat grup band fenomenal Inggris, Sex Pistol.

Lalu, saat itu pun tiba, saat dimana Nirvana dengan klip fenomenalnya, Smells Like Teen Spirit hilir mudik di layar kaca melalui channel MTV mengunjungi rumah rumah para remaja yang tengah bosan dengan keglamoran glamrock. Kesederhanaan musik dan gaya dari band inilah yang telah membius para remaja untuk segera berputar haluan. Nirvana pun akhirnya menjadi si antimainstream yang terjerumus ke dalam ke mainstreaman itu sendiri. Nirvana mau tidak mau harus menerima takdirnya sebagai pendongkrak popularitas aliran grunge. Selain Nirvana, band grunge yang meroket namanya pada tahun 90 an itu adalah Pearl Jam, Soundgarden dan Alice in Chains, mereka ini kerap di juluki The Big Four of Grunge.

Sebelum kemunculan Nirvana yang membuat semangat remaja angkatan 90 an menggelegak, sebenarnya ada beberapa musisi yang lebih dulu berada di jalur ini. Tahun 1986, Album Deep Six rilis, yang diisi oleh beberapa band diantaranya Soundgarden, Greenriver dan The Melvins. Mereka ini musisi idealis,yang tidak peduli dengan jumlah nominal yang di dapat, karena mereka bermusik hanya untuk menyalurkan hobi dan bersilaturahmi, tidak lebih. Setelah itu, ada Temple of the Dog yang anggotanya terdiri dari gabungan Soundgarden dan Mother Love Bone meliris album yang di dalamnya terdapat lagu yang cukup populer berjudul Hunger Strike.

Suatu saat, saya pernah melihat Pearl Jam sedang berkolaborasi dengan Neil Young di salah satu televisi swasta. Saya sempat bertanya tanya, mengapa Young bergabung satu panggung dengan salah satu dedengkot band beraliran grunge itu. Beberapa waktu kemudian saya baru tahu bahwa Young yang dulu pernah bergabung dengan Crosby, Still, dan Nash itu adalah The Godfather of Grunge. Ketika teman temannya menyerah pada aliran musik yang merajalela di sekitar tahun 70 sampai 80 an yaitu Punk, Young lah satu satunya yang masih konsisten dengan aliran musik yang ia bawakan sebelumnya. Neil Young adalah Legenda Grunge.

Banyak penggiat grunge tanah air yang sangat mendewakan Kurt Cobain dengan Nirvananya, bahkan mereka menganggap bahwa Grunge adalah Nirvana. Padahal Kurt Cobain sendiri kabarnya tidak mau di sebut musisi grunge, ia lebih suka di sebut punker, karena awalnya Nirvana ingin berada di jalur punk layaknya Sid Vicious dan kawan kawan.Mengapa mereka enggan di sebut band grunge? Karena arti dari grunge sendiri yang kurang enak di dengar yaitu sampah atau kotoran. Yap, grunge dikenal sebagai gaya hidup suatu kaum di Seattle, Washington yang sangat tidak elok. Para penganut grunge ini acap kali mabuk mabukan di pinggir jalan, menggelandang, dan makan dari mengais recehan yang di berikan secara cuma cuma oleh orang sekitarnya. Sedangkan tidak ada satu pun musisi grunge ini yang bergaya hidup demikian. Bolehlah gaya dandan mereka acak acakan tapi musik mereka jauh dari acak acakan.

Ada yang bilang bahwa gak butuh skill yang mumpuni untuk menjadi musisi grunge, pemain gitarnya gak harus bisa meliuk liukan nada. Tapi apakah saya yang hanya bisa memainkan nada C, D, G, Am dan Em ini langsung bisa memainkan lagu lagu grunge ? Tentu saja tidak, karena Grunge itu adalah soul yang mencerminkan tentang kejiwaan yang redup, kebebasan, kemarahan, dan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan, persis yang pernah di katakan oleh salah satu penggiat grunge tanah air di dalam blog nya.
Sedangkan saya merasa tidak mempunyai soul itu. Karena saya hanyalah penikmat musik yang mereka mainkan.








posted from Bloggeroid

Monday, February 16, 2015

Yang berbekas dari sebuah siaran radio gmr

Beberapa hari kebelakang saya kerap berbincang dengan salah seorang teman, mengenai salah satu radio di Bandung yang masih setia mengudara hingga saat ini. Dulu, saya gemar mendengarkan radio. Rasanya menyenangkan bisa kirim kirim lagu untuk teman teman walaupun entah ada yang mendengarkan atau tidak.

Minta lagu ke stasiun radio yang banyak pendengarnya itu adalah suatu perjuangan yang sangat heavy pisan pake banget, karena line nya selalu penuh dengan bunyi tut tut tut kuadrat. Menekan tombol redial terus menerus adalah salah satu trik sukses saya.
Tapi pada suatu hari ada suatu kejadian yang membuat saya nyengir. Malam itu saya akan menelpon seorang teman, pencet nomer nya dong, gak mungkin pencet hidung nya, kan jauh. Nah, entah telunjuk saya sedang kesurupan atau telpon saya yang sedang kejailan, yang berbicara di ujung telpon sana, bukan suara teman saya, melainkan suara merdu nan mendayu dari seseorang yang ngakunya dari sebuah radio yang berada di kawasan Jalan Setiabudhi. Omigot, salah pencet kiranya jemari lentik ini. Lalu dengan terkekeh kekeh, saya pun bercerio goodbye dengan sang penyiar bersuara elok itu.

Tak lama kemudian, telpon di rumah berdering, eh ternyata sang penyiar radio tadi yang menelpon. Rupanya perangkat telpon di radio itu sudah canggih atau saya aja yang norak kali ya. Telpon mereka telah di lengkapi caller id, tahun segitu coba, disaat mau pasang telpon PSTN aja harus pake ngantri. Tapi saya curiga radio yang namanya diawali dengan huruf R itu, mungkin gak banyak di mintai lagu oleh pendengarnya, sehingga dengan gak ada kerjaannya, penyiarnya sempet sempetnya menawari orang yang awalnya salah sambung untuk di putarkan lagu. Esoknya dia telpon lagi, dan menanyakan lagu apakah gerangan yang ingin saya dengarkan hari itu, ah, penyiar radio yang sangat baik hati dan tidak sombong rupanya.

Tapi sayangnya radio tadi tidak banyak memutar lagu lagu rock, jadi jarang saya pantengin. Jaman itu, saya lebih sering mendengarkan radio GMR pada gelombang 104,4 FM yang dipancarkan dari kawasan Jalan dr. Hatta No. 15. Radio yang didirikan oleh Alm. Bapak Erwin Sitompul itu adalah satu satu radio yang mengkhususkan diri berada di jalur musik rock, dari garis keras sampai garis putus putus :D.

Nah, dari radio yang banyak memutar lagu lagu demo band band Bandung ini, saya bisa menikmati komposisi musik dari beberapa band dan solois rock lokal yang lagu lagunya masih sangat saya sukai sampai detik ini.

Pas Band adalah salah satunya. Mini album mereka yang berjudul Four through the Sap, adalah mini album berisi 4 lagu yang sangat keren. Here forever adalah salah satu single favorit saya. Album mereka lainnya yang saya sukai adalah In (no) Sensation. Kini bila saya mendengarkan Fountain, War, Red Light Shooter, Never be Lonely sampai Impresi akan selalu membuat ingatan saya selalu melayang kembali ke tahun 90 an.
Dari radio yang pemancarnya pernah tumbang ini pula saya mengenal Sahara, Voodoo, Grass rock, Boomerang, Power Slaves, Slank, Power Metal, Kin, Sket, Plastik, Bunga, Bayou, Kidnap Katrina, Whizzkid, Hengky Supit, Andy Liani, Protonema, U‘camp, Rotor, Suckerhead, Roxx, Puppen dan Jammrock yang kini berganti nama menjadi Jamrat eh Jamrud.

Adalah Pure Saturday, salah satu band indie yang lagu nya sering diputar, band yang mempunyai lagu andalan berjudul Kosong, Desire, Enough dan Coklat itu adalah band yang hingga kini lagu lagunya masih ada di dalam playlist saya.

Tahun 90 an adalah tahun dimana aliran punk mulai merajalela di indonesia. Salah satu grup punk yang dulu eksis dan demo songs nya sering di putar di GMR adalah Sendal Jepit. Lagu lagu mereka sangat mengena di telinga saya, ringan tapi bermakna.

Di radio yang dulu mempunyai program acara bertajuk Sik Sik, Ring My Bell dan Kharisma Persada itu, saya pun kerap mendengarkan lagu demo dari band nya mas Anang yaitu Kidnap Katrina. Lagu yang berjudul “Kekuatan Cinta“ (?) itu di bawakan oleh almarhum keyboardist mereka yang bernama Teguh. Lagu yang sangat indah, karena bukan dinyanyikan oleh Anang Hermansyah :D. FYI, sekarang, lagu ini susah banget di cari, saya ingat dulu pernah merekamnya ke dalam kaset berpita, dan alhamdulillah suara nya melempem karena pitanya kusut :‘(.

Kini, GMR tinggal lah kenangan, tapi bagaimana pun juga radio yang mula nya bernama Young Generation itu akan selalu hidup dalam benak kawula muda di jamannya.









posted from Bloggeroid

Thursday, February 5, 2015

SAVE PRIMATA

Beberapa waktu lalu saya sempat berbincang dengan seorang teman tentang keterlibatannya di dalam sebuah komunitas profauna terutama primata.
Menarik, karena dalam komunitas tersebut, teman saya ini kerap menghadiri berbagai event yang diadakan oleh komunitasnya,seperti kampanye terbuka, edukasi dari sekolah ke sekolah serta napak tilas kembali ke alam, sambil tetap berkampanye, #saveprimata, tentunya.

Nah, kalo ngomongin hewan primata, saya selalu teringat dengan seekor monyet yang mempunyai nama latin Macaca Fascicularis milik seorang tetangga beberapa puluh tahun yang silam. Macaca jantan ini di beri nama yang sangat eksotis yaitu Engkis, dari pagi sampai sore, ia di tempatkan di sebuah pohon jambu batu lengkap dengan rantai yang membelit kakinya sedangkan bila malam tiba,ia akan di bawa pulang pemiliknya untuk dikandangkan di samping rumahnya. Saya dan kakak saya kerap berlagak gila bagaikan sedang menonton pentolan band kesayangan beraksi dengan meneriakan namanya. Bayangkan jarak kami dengan tempat nangkring si Engkis ini kurang lebih 10 meteran, tapi entah karena ia sadar tenar atau karena memang ber IQ lumayan, si Engkis ini selalu memberi reaksi yang sangat ekspresif dan selalu membuat kami terbahak. Dengan lincah ia akan berlari kesana kemari, menggoyang goyangkan pohon dengan kedua tangan atau kakinya ketika kami memanggil manggil namanya. Engkis adalah hiburan gratis.

Si Engkis ini menurut saya adalah jenis monyet yang paling genit dalam kancah perprimataan.
Bila kita memanggil namanya di barengi dengan senyuman ramah, sontak ia akan menaik naikan alisnya secara terus menerus, geli di buatnya. Tapi jangan salah, monyet yang kerap di jadikan pemeran utama topeng monyet ini bisa merasa kesal juga. Ketika kami melewatinya kami kerap memberi nya pisang, niat banget pokoknya bawa bawa pisang. Tapi jangan harap si Engkis langsung bisa memakan nya, oh tidak sodarah, karena kami ini biang kerok tingkat kecamatan. Si pisang ini akan kami tarik ulur bak bermain layang layang, menggoda seekor monyet bener bener gak ada kerjaan. Karena mungkin kegilaan kami mulai tidak bisa di tolerir oleh akal sehat seekor macaca, akhirnya ia pun protes dengan cara selalu membelakangi kami dan tidak mau menerima makanan apapun yang kami sodorkan padanya apalagi menaik naikan alisnya. Ah berdosa hati ini rasanya.
Tak lama dari peristiwa itu, Engkis di bawa pindah majikannya dan terakhir mendengar kabarnya bahwa ia telah wafat.
Itu adalah cerita masa lalu, ketika kami sedang berada di jaman kegelapan.

Teman, bahkan seekor monyet pun memiliki perasaan tak suka bila dipermainkan. Maka bayangkanlah apa yang dirasakan oleh mereka para aktor Topeng monyet yang kerap di beri nama seragam, yaitu “Sarimin“. Bagaimana perasaan Sarimin ketika ia harus mengalami penyiksaan lahir dan batin di saat masa pelatihan berlangsung. Padahal di akhir pelatihan tidak ada pangkat yang disematkan, tidak ada medali yang di kalungkan, tidak ada bonus ketigabelas yang menanti apalagi sertifikasi, hanya ada bayangan masa depan yang suram dan pasti terpatri di dalam hati. Bekerja demi sesuap nasi majikannya. Di sia siakan dengan pemberian makan seadanya. Ia memang kerap berdandan, pergi kepasar, beraksi akrobatis bak anggota sirkus Zaragoza, bergelut dengan dunia otomotif, tapi semua itu semu belaka.

Lalu bagaimana pula perasaan seekor orang utan atau simpanse yang terkurung sendirian di balik terali besi. Sepi tanpa teman, tetangga bahkan lawan. Ia tidak akan pernah merasa sama lagi, lambat laun ia akan mati rasa dan kehilangan jati dirinya.

Lalu bagaimana perasaan primata yang di buru secara membabi buta hanya dikarenakan mengganggu habitat manusia padahal sebelumnya itu adalah habitat milik nya ?

Karena ketamakan dan ketidak pedulian manusia, lambat laun para primata ini akan musnah. Bila ketamakan dan ketidak pedulian itu terus berlangsung, maka janganlah heran bila suatu saat nanti, anak cucu kita hanya akan mengetahui bahwa di suatu masa pernah ada sebuah keluarga bernama primata di bumi ini dari sosok Monkey nya Kungfu Panda, George nya si pria bertopi kuning atau dari teman seperjalanannya Si buta dari Gua Hantu, Wanara.

Mulai hari ini, marilah kita mulai mengasah rasa empati, baik kepada sesama juga mahluk hidup lainnya.

#selamatkan_primata.

Selamat berkampanye positif kawan.

Cc : Mang Herry Ismail.







posted from Bloggeroid

Monday, January 26, 2015

APASIH BATU AKIK ITU

Pagi pagi, buka bb, langsung di suguhi pemandangan gambar cincin batu akik segede gede gaban sama si abah. Ya, akhir akhir ini cincin batu akik memang sedang hot hot nya jadi bahan perbincangan di kancah pergaulan bapak bapak jaman sekarang. Fenomena dahsyat mengalahkan isu pemanasan global. Efeknya banyak yang berpindah profesi menjadi pengusaha batu akik dan meraih kesaksesan.
Kenapa sih si batu yang bahasa sononya di sebut agate ini baru boomingnya right now, padahal eksistensi batu yang mempunyai beragam warna dan corak itu sudah ada sejak jaman dahulu kala? Soalnya kalo right here ditambah waiting jadi lagunya Richard Marx #eh. Jadi kenapa coba? Ya mungkin salah satunya karena dulu situasi politik sedang tidak memungkinkan laah kebawa latah orang itu deh. Serius ah, mungkin karena jaman sekarang ini adalah jamannya orang orang mulai memperhatikan kebutuhan tertier di samping primer dan sekunder yang artinya taraf hidup penduduk endonesa mulai membaik, bagus kan, optimis. Selain itu, manusia sekarang mulai menyukai sesuatu yang berbau keindahan, buktinya lagu front back beautiful nya syahrini menjadi bulan bulanan manusia masa kini. Bisa juga mungkin hanya sekedar latah mengikuti tren yang diciptakan pasar daaan nah ini nih alasan yang paling asik, yaitu sebagai pegangan, udah gak jaman lah pegangan tangan, kuno.

Entah mengapa batu perhiasan ini di sebut akik, entah karena pemakainya di dominasi oleh akik akik, atau karena penemunya adalah leluhur nya tante Debby Sahertian, yang awalnya mau ngomong, “ini batu akika loh“ tapi karena tiba tiba kakinya ketiban batu segede gedung bioskop itu, membuat tenggorokannya tercekat dan hanya bisa menyebut “ini batu akik ..k ..kk“ terus wasalam. Ada juga versi cerita dari dunia antah berantah, bahwa kata “akik“ itu berasal dari kata “apik“ alias “bagus“ yang di lontarkan oleh penemunya, seorang nenek yang mempunyai hobi nginang. Tau kan nginang ? Bukan makanan yang punya kepanjangan rangkaian gigi nongol, itu mah rangginang. Nginang itu adalah kegiatan mengunyah daun sirih dengan sedikit sentuhan kapur sirih, gambir dan buah pinang dengan tujuan mendapatkan gigi yang kuat dan menjaga kesehatan. Laaah kok jadi ngomongin nginang nginang anak ku sayang heuheu. Nah si nenek ini berhubung mulutnya penuh dengan ramuan itu membuat kalimat yang dikeluarkannya menjadi tedjo #idih, ngomongnya apik, terdengarnya akik.

Kata seorang pakar reiki, batu akik ini mempunyai manfaat kesehatan bagi pemakaiannya sesuai dengan warna nya, misalnya hijau baik untuk kesehatan jantung, kuning untuk ginjal dan biru untuk daerah sekitar tenggorokan. Ada juga yang meyakini bahwa batu ini berkhasiat sebagai penolak bala, menumbuhkan kharisma, dan penangkal guna guna asmara yang bahasa terus terangnya adalah pelet.

Nah, si batu akik ini bisa di isi, emangnya cuma tts aja yang bisa :p. Isi batu akik di sebut khodam, khodam gundala putra petir heuheu. Khodam teh apah atuh, tah jangan langsung mikir ke khodam tiga siliwangi, bukaan, khodam di sini maksudnya adalah isian berupa amalan atau jin, agar si batu itu mempunyai khasiat khasiat tertentu. Konon pengisian batu akik selain dapat dilakukan oleh paranormal juga bisa di isi sendiri loh, dan mungkin kedepannya bakal bisa di isi secara elektronik atau bisa donlot gratis via 4share.

Ah, sungguh tulisan yang gak penting.

Di dedikasikan buat si abah yang telah menyoak kan hari saya dengan batu akik hijau yang bisa di inject dengan you know what. #seurikuda.




posted from Bloggeroid

Tuesday, January 20, 2015

PUNK IS NOT DEAD

Ada sebuah gedung di dalam kompleks pertokoan yang mati segan hidup tak mau. Beberapa tahun belakangan ini, banyak anak anak muda dengan rambut ala suku indian Mohican, Mohawk atau gaya Feathercut yang di cat serupa dengan rainbow cake lalu di beri gel segalon atau di semprot hairspray untuk memberikan efek tegak berkepanjangan, yang terlihat bergerombol disana. Dilengkapi dengan T-shirt hitam bergambar tengkorak manusia di padukan dengan celana jeans hitam ketat yang mungkin belum di cuci dari saat dibeli dan Jaket kulit ala para anggota band The Ramones. Memakai boots dan spike bersama serombongan rantai berjumbai jumbai, belt dengan banyak paku, dari paku beton sampai paku payung yang membuat mereka terlihat begitu begitu saja eh begitu menarik mata.
Ternyata di gedung itu, kerap berlangsung event event yang menampilkan band band punk lokal. Ternyata oh ternyata.

“kita tu anak punk tante“.

Ah ya anak punk. Tante gak tau apa apa tentang punk. Gelap.

Tante bahkan gak tau kalo Punk itu singkatan dari Public United Nothing Kingdom yaitu sekumpulan masyarakat yang anti peraturan kerajaan Inggris yang didengungkan oleh Mikhail Bakkunin, mempunyai motto yang mirip dengan para crafter yaitu DIY alias Do It Yourself dan memiliki ikatan solidaritas yang sangat tinggi.
Tante hanya tau bila punk itu adalah Sid Vicious dan band nya yang kondang Sex Pistol. Tjakep.

Tante gak tau kalo punk itu sudah menjadi subkultur di dunia entah di akherat. Yang tante tau bahwa punk itu adalah salah satu genre musik yang lahir di era 70 an dan di dalamnya ada band band yang bernama Rancid, Ramones dan The Clash.

Tante gak tau kalo punk itu ada jenis jenis nya, seperti Crust Punk yang brutal dan anti sosial, Hard Core Punk yang punya ciri khas musik menghentak, Nazi punk yang benar benar menganut faham nya bang Adolf Hilter, Street Punk atau kerap di sebut The Oi yang terdiri dari para hooligan penggila sepakbola yang mempunyai prinsip “kerja keras itu wajib“, sampai ke Glam Punk yang menganut prinsip cinta damai dengan para anggotanya dan meneriakkan suaranya melalui karya seni.

Tante gak tau kalo di sini, di negeri kita tercinta ini ternyata jumlah populasi komunitas punk nya terbesar di dunia.
Yang tante tau, komunitas punk pertama di Indonesia bernama Taring Babi dan telah melahirkan band punk terkenal yang mengaransemen lagu pada era gencarnya demonstrasi tahun 98, berjudul “aparat keparat“ yaitu Marjinal.

Tante gak tau bahwa Punk dan Skinheads itu berbeda, kesamaan mereka hanya terletak pada semangat anti kemapanan nya saja.
Yang tante tau, bahwa punk itu adalah ideologi hidup yang mencakup segi sosial dan politik. Selain itu merupakan gerakan perlawanan anak muda kaum pekerja kelas menengah ke bawah yang berlandaskan keyakinan “we can do it ourselves“.

Tante gak tau kalo anak punk disini itu identik dengan menghirup lem aibon atau istilah kerennya ngelem.
Yang tante tau, adanya para gluesniffer atau pengelem di negara asal punk ini dikarenakan ketidakmampuan mereka membeli minuman keras, dan mereka inilah yang merusak citra punk selain yang menggelandang di jalanan melakukan tindakan kriminal tentunya.

Tante gak tau kalo substansi punk itu mencakup ideologi, etika do it yourself nya, pandangan politis, gaya hidup positif menolak konsumsi alkohol, rokok, dan drugs.
Yang tante tau, bahwa komunitas punk itu kerap menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, yaitu melalui musik 2-3 chord nya dengan lirik yang sederhana kadang kasar dengan beat beat yang cepat dan menghentak.

Tante juga gak tau kalo punk itu lebih terkenal di lini fashion dan juga tingkah laku penganutnya.
Yang tante tau komunitas punk itu menghidupi dirinya sendiri dengan bermusik, membuat label rekaman sendiri, mendistribusikannya sendiri dengan membuka toko kaset nya sendiri, lalu merambah ke distro sebagai bentuk perlawanan terhadap perusahaan perusahaan besar dan mapan, tak lupa menyediakan jasa tatoo dan piercing tentunya.

Tante gak tau kalo rambut Mohawk punkers itu terinspirasi dari sebuah film tahun 60 an berjudul “Drums Along The Mohawk“.
Yang tante tau, bahwa rambut Mohawk itu punya arti perlawanan akan takdir Tuhan. Celana kulit atau jeans ketatnya yang robek di bagian lutut atau paha menjadi simbol kemerdekaan gerak dan ide diantara himpitan kehidupan. Sepatu boots bermakna ketahanan terhadap segala hal. Rantai sebagai simbol solidaritas. Spike yang berupa paku paku sebagai simbol perlawanan. Daerah sekitar mata mereka menghitam bukan karena kurang tidur melainkan memakai eyeliner sebagai cara pandang punk terhadap lingkungan sekitarnya yang suram. Sedangkan Tatoo dan Piercing selain sebagai identitas kelompok dan bentuk kekuasaan penuh atas diri sendiri juga merupakan simbol perlawanan terhadap penderitaan.

Jadi ujang sayang, hebohnya penampilan haruslah di sertai dengan hebohnya pemikiran. Sudah selayaknya bagi para pengikut suatu faham untuk tau substansi dasar dari faham yang di anut nya, menyaringnya dengan bijak, tinggalkan yang buruk ambil yang baik baiknya saja, bak sendal di masjid ketika sedang jumatan #eh.
Bila para imitator punk sudah mulai mengerti tentang apa arti punk itu sebenarnya, maka janganlah gentar untuk meneriak kan kalimat, PUNK IS NOT DEAD.

*ditulis diantara kenangan terhadap seorang teman, punker yang baik hati dan tidak sombong


posted from Bloggeroid

Thursday, January 15, 2015

MEMBACA UNTUK BERSENANG SENANG

Seorang anak lelaki berumur kira kira 10 - 12 tahunan, berkaca mata tebal tengah asik membaca sebuah buku yang nampaknya berupa novel saat ia sedang berboncengan motor dengan ayahnya sore kemarin.
Mungkin terbesit di pikiran orang yang melihatnya sebuah pertanyaan, seseru itukah cerita yang tengah ia baca sampai pantang mundur terus maju membaca buku diatas motor?
Pasti seru, karena membaca sebuah novel itu sama dengan melihat serial drama korea, belum puas jika belum tuntas.

Salah satu hobi saya adalah membaca buku, walau tidak semua genre buku saya baca, selain karena kapasitas otak saya yang terbatas, saya gak suka baca buku yang berat berat, pegel :p.
Buku yang saya baca kebanyakan yang berbau bau fiksi untuk memanjakan imajinasi.

Buku cerita pertama yang saya baca adalah sebuah buku yang bercerita tentang peri dengan pintalan benang emasnya, berjudul Rumplestiskin (?). Buku cerita ini memberi pengalaman membaca yang menyenangkan bagi masa kanak kanak saya. Ceritanya menarik, gambarnya elok dan huruf nya indah.

Dulu bapak saya kerap membelikan saya majalah bobo, walau pun tidak baru tapi majalah anak anak yang di dalamnya ada tokoh tokoh seperti bobo, paman gembul, sirik, juwita, bona dan rong rong itu adalah cikal bakal hobi saya membaca beragam cerita fiksi.

Saya suka membaca novel novel serial. Novel serial pertama yang saya baca adalah Lima Sekawan nya Enid Blyton. Novel anak anak yang menurut saya sangat keren itu menceritakan tentang 4 orang anak bernama Georgina yang selalu ingin di sebut George, Julian, Dick, Anne dan anjing mereka Timmy yang sering melakukan petualangan petualangan hebat dan mendebarkan. Selain lima sekawan, saya pun kerap membaca Trio Detektif dan Alfred Hitchock. Novel yang ternyata bukan di tulis oleh Alfred Hitchock itu sendiri adalah novel yang menceritakan tentang tiga remaja, bernama Jupiter (Jupe), Peter (Pete), dan Robert (Bob) yang kerap memecahkan misteri kasus kasus kriminalitas yang akhirnya membuat kepala polisi Rocky Beach memperbantukan mereka.

Agatha Christie adalah penulis novel berikutnya yang sering saya baca novelnya. Gak susah mencari novel detektif milik Agatha Christie ini karena sejak SMP sampai kuliah, novel ini selalu ada di perpustakaan. Saya sangat menyukai tokoh Hercule Poirot, seorang lelaki necis yang lahir di Belgia, lalu pindah ke Inggris untuk menjadi seorang Detektif Swasta. Poirot mempunyai partner kerja sekaligus sahabat yang sangat ia percaya bernama Kapten Arthur Hastings. Misteri demi misteri di pecahkannya dengan gemilang hanya dengan mengandalkan sel sel kelabu di kepalanya.

Lalu tibalah masa kejayaan si penyihir muda Harry Potter, dengan dua temannya Ronald Weasley dan Hermione Granger. Saya ingat membeli novel remaja ini di Gramedia ketika mereka telah merilis 3 jilid novelnya, little bit too late sih, tapi ah tak ada kata terlambat untuk membaca sebuah novel menarik. Dan JK Rowling ternyata sukses menyihir saya untuk tetap di jalurnya hingga buku ke 7, Harry Potter and the deathly hallows.

Lalu ada Dan Brown, siapa sih yang gak kenal dengan penulis yang suka “pamer“ wawasan dalam novelnya itu. Novel novelnya adalah cerita fiksi yang di balut oleh kecerdasan dan disisipi hal hal nyata. Novelis yang kerap mengkombinasikan sejarah dengan ilmu pengetahuan itu telah menulis beberapa novel best seller. Ciri khas novelnya adalah beralur cepat, bersetting menarik dengan akhir cerita yang tidak mudah untuk di tebak. Da Vinci Code, Angels and Demons, Digital Fortress, The Lost Symbol dan Inferno adalah judul judul novelnya yang telah saya nikmati keseruannya. Sedangkan Deception point, kini sedang saya baca lembar per lembarnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya baru saja menyelesaikan novel ke 6, serial The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel yang berjudul The Enchantress. Novel yang bercerita tentang dua remaja kembar Sophie dan Josh Newman, serta Nicholas Flamel dan istrinya Perenelle itu mempunyai inti cerita tentang kejahatan yang dikalahkan oleh kebaikan dengan balutan kisah kehidupan abadi. Novel ini di penuhi dengan nama nama tokoh terkenal di dunia sebagai tetua yang di beri kehidupan abadi seperti Mushashi Minamoto, William Shakespeare, Billy the Kid, Nicollo Machiavelli, John Dee, Saint Germain sampai Joan of Arc. Selain nama nama terkenal, novel yang cover nya selalu menarik ini pun bersettingkan tempat tempat terkenal seperti Alcatraz, San Fransisco, Stonehenge dan Paris dengan Katakombenya. Enam buah novel yang masing masing berjudul, The Alchemyst, Magician, Sorceress, Necromancer, Warlock dan Enchantress itu di tulis dengan berbagai kisah mitologi dan legenda didalamnya oleh penulis Irlandia Michael Scott.

Andrea Hirata adalah novelis indonesia yang saya gemari karya karyanya, dari novel tetraloginya, yaitu Laskar Pelangi, Sang pemimpi, Edensor, Maryamah Karvop sampai Dwilogi Padang Bulan dan Cinta di dalam gelas. Gaya bahasanya enak, ceritanya asik, humornya jangan ditanya. Dan ketika beberapa judul novel ini di filmkan saya sama sekali tidak tertarik untuk melihatnya. Menonton filmnya mungkin hanya akan memampatkan imajinasi saya akan novel yang selalu membuat saya tertawa itu.

Jauh sebelum Andrea Hirata, Hilman Hariwijaya telah menyemarakan masa remaja saya dengan Lupus nya. Permen karet dan jambul lupus adalah bagian dari kehidupan remaja tahun 80 sampai 90 an.

Di rak buku masih ada seri Winnetou karya Karl May yang dari dulu menggapai gapai untuk segera di baca. Sebenernya mati gaya juga sih, belum baca novel yang sangat terkenal itu. Tapi lembar kertas HVS nya yang tebal dan huruf nya yang kecil kecil membuat saya sedikit patah semangat untuk mulai membacanya, payah.

Tidak semua orang menyukai kisah kisah fiksi untuk dibaca, tapi bagi saya membaca kisah kisah fiksi adalah salah satu cara untuk bersenang senang sekaligus suatu bentuk usaha untuk menghindari kepikunan di kemudian hari :D.

Sekian, bye. CMIIW.





















posted from Bloggeroid

Thursday, October 11, 2012

SAKABATAU

Bagi penyuka manga/anime rurouni
kenshin atau samurai x, pastilah
sudah tidak asing lagi dengan
pedang samurai sakabatau/sakabato,
yaitu pedang dengan mata terbalik
milik sang tokoh sentral kenshin
himura.
Sakabatau inilah yang mematahkan
pedang hajime saito dan juga
memotong zanbatau, senjata segede
gambrengnya sanosuke sagara.
Sebenernya pedang ini nyata gak
sih?
Tidak pernah ada catatan sejarah,
pedang ini pernah digunakan di
jepang begitu pula menurut
penelitian arkeologi, tidak terbukti
pula ditemukan adanya pedang ini di
jepang, tapi memang ada beberapa
tanto atau pisau yang matanya
terbalik dan sering disebut pisau
dokter.
Dalam manga/anime rurouni
lenshin/samurai x, pedang sakabatau
ini di desain untuk himura yang
tidak mau membunuh lagi, dan
kalau pun terpaksa membunuh
adalah sebagai pilihan terakhir.
Pedang sakabatau yang
dikelompokkan dalam jenis katana
ini terbuat dari duralumin atau
duraluminium yaitu jenis
alumunium pertama yang terdiri
dari campuran tembaga, mangan
dan magnesium yang dipanaskan
selama 3 hari berturut turut. Terdiri
dari 3 lapisan yang unik, bagian
dlmnya sangat lembut, lapisan kedua
lembut dan lapisan terluarnya keras,
ini dimaksudkan agar pedang
sakabatau ini mempunyai ketajaman
yang tinggi, kuat, lentur dan tidak
mudah bengkok. Proses
penempaannya sendiri terdiri dari 3
langkah yaitu ditumpuk, ditempa
dan dilipat.
Ada tehnik berpedang dengan
menggunakan sakabatau ini, yang
merupakan tehnik kenjutsu rekaan
watsuki nobuhiro sang pencipta
cerita rurouni kenshin ini yang
disebut hiten mitsurugi ryuu. Salah
satu tehnik kenjutsu favorit himura
adalah tehnik ryushousen. Tehnik ini
sangat cocok dengan himura
mengingat tinggi badannya
seringkali tidak setinggi lawan
lawannya. Aplikasi tehnik ini adalah,
pertama, himura menghampiri
lawannya dengan sangat cepat lalu
melompat keatas dengan gagang
pedang dipegang satu tangan
sementara telapak/punggung tangan
lainnya menopang bagian sekitar
ujung pedang dengan maksud
menahan gaya reaksi yang besar
atau kuat pada saat sang pedang
mengenai sasaran. Sebenarnya bila
di amati tehnik ini kurang nyaman
untuk dilakukan dengan
menggunakan sakabatau mengingat
mata pedangnya terbalik, alih alih
melukai lawan, malah bisa melukai
tangan sendiri. Himura sendiri
harus melakukannya dengan hati
hati, dan hasil yang dicapainya tidak
sedahsyat apabila pedangnya tidak
bermata terbalik.
Demikian sekilas inpoh tentang
sakabatau, pedang kenshin himura,
mantan battausai si pembantai yang
telah beralih ke jalan yang benar.
**salam sakabatau**
#hari gini, bila berminat dengan
pedang sakabatau bisa dibeli di
amazon dengan harga sekitar $500
atau untuk lokalan bisa di dapat di
kaskus dgn kisaran harga IDR
750,000 keatas hehe#
*sumber : wikipedia, ikikatta,
rinoblitaran

Published with Blogger-droid v2.0.9

Friday, July 27, 2012

TARAWIH DAN CERITANYA

Bulan ini adalah bulan ramadhan, bulan penuh berkah. Bulan dimana kita harus menahan segala nafsu.  Dan seperti biasa di bulan ini, semua masjid menyelenggarakan shalat tarawih.
Banyak cerita menarik selama berlangsungnya shalat tarawih berjamaah di masjid. Diantaranya adalah sbb :

Sandal, yup, seperti sudah menjadi kebiasaan, bila kita tarawih, urusan satu ini sering bikin rada galaw.  Sibuk menyimpan sandal sedemikian rupa agar tidak hilang atau tertukar(ditukar) dengan orang lain.  Ada ungkapan yang menggelitik tentang sandal ini yaitu “datang pakai sandal jelek, pulang bawa yang baru“ atau “ datang pakai sandal, pulang pakai sepatu“ maka dari itu, banyak yang menyimpan baik baik alas kaki masing masing. Ada yang dikresekin, terus ditongkrongin dengan ciamiknya disebelah atau di depan yang empunya. Ada yang diselip selipin di antara pagar masjid. Ada juga yang disimpan dalam pot yang gede tempat tanaman kuping gajah bersemayam. Dan yang gak kalah hebohnya adalah perbuatan dua orang bapak yang sungguh menawan hati dengan mencemplungkan sandalnya ke tong sampah, untung gak banyak yang buang sampah disitu, kebayang kalo banyak, tu bapak harus korek korek sampah dulu buat ngambil sandalnya atau lebih apes, ikut kebuang tu sandal ke TPA #haha hiperbola# Setelah masalah sandal, biasanya saat tarawih banyak pedagang makanan yang mejeng depan masjid, ada cuanki, es campur, batagor, baso tahu, seblak dkknya. Jadilah halaman masjid sebagai tempat wisata kulinernya anak anak. Biasanya nih, anak anak terutama yang perempuan setelah shalat isya langsung meluncur ke TKP. Mereka membeli berbagai macam kudapan dan sialnya lagi di bawa ke tempat shalat ( kebetulan karena penuh, anak anak kebagian shalat di luar masjid). Kebayang kan ramenya, bunyi keceplakan plus harum makanan bikin ngiler yang shalatnya berdekatan dengan anak anak tersebut. Ribut, ya, yang bikin ribut siapa lagi kalo bukan anak anak, kalo diomongin sama yang tua tua, sepi sesaat gak lama rame lagi kayak di pasar, ada yang ngobrol, main game di hp, makan, jungkir balik, kejar kejaran, malah lebih parah ada yang main ayunan, prosotan, dan korsel secara ada RA di masjid itu. Beruntung tahun ini, ada yang jagain anak anak untuk tidak keterlaluan, dipasanglah si bapak penjaga dengan tampang serem plus jaket lorengnya yang membuat anak anak agak insaf :) Nyatet ceramah, adalah suatu tugas anak anak sekolah untuk nyatet ceramah tarawih. Ada yang serius nyatet, ada yang nyontek ke temen sebelahnya, ada yang bikin karangan sendiru dan ada inovasi baru, ceramahnya direkam pake hp, jadi nyatetnya di rumah aja. Petasan, kayaknya sudah jadi kewajaran bila bulan ramadhan datang, tiba tiba tu penjual petasan dan kembang api langsung menjamur. Padahal semua tahu petasan sudah dilarang oleh polisi bahkan ada UU nya. Polisi kerap sekali merazia pasar pasar dan penjual petasan, tapi masih ada aja yang lolos pantauan walaupun jumlahnya sedikit #harusnya diberangus sampai bandarnya tanpa ampun# Nah, anak anak lelaki biasanya yang suka jail, ketika tarawih sedang berlangsung mereka kerap menyalakan petasan dengan sengaja, yang membuat para jamaah terkaget kaget, sungguh perbuatan yang sangat tidak terpuji. Nah itulah ceritaku tentang tarawih di masjid, bagaimana dengan ceritamu? “

Published with Blogger-droid v2.0.6

Tuesday, July 17, 2012

AN AMERICAN IDOL THAT ROCK !


“Hello, isn‘t me you looking for“ bait dari lagu “hello“ nya om lionel ritchie yang diteriakan oleh david cook ini lah yang telah menarik saya begitu dalam untuk mengikuti talent show american idol musim ke tujuh dulu.  Bagaimana tidak, diantara gempuran kontestan lain yang warna musiknya didominasi dengan pop, cook menjadi begitu bersinar gahar dengan balutan musik dan suara yang nge rock.  Lajang kelahiran houston 20 desember 1982 ini menurut saya adalah juara american idol yang paling oke.  Talenta bermusiknya yang sudah tak diragukan lagi, sikap humble nya ditunjang dengan tampang yang goodlooking, menjadikan cook juara american idol yang sempurna.
David Roland Cook adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, masa kecilnya dihabiskan di daerah Missouri.  Talenta bermusiknya sudah terlihat ketika dia berada di kelas 2 SD, cook mulai bergabung dalam christmas choir.  Selain bermusik, cook juga mempunyai minat dalam dunia sastra dan teater.  Cook sempat kuliah di jurusan teater, tetapi karena passion cook ada di musik cook memutuskan untuk berhenti dan mulai menekuni dunia musik. Tetapi walaupun begitu, cook akhirnya memilih kuliah di jurusan grafis dan lulus dengan baik.
Sebelum mengikuti american idol,cook membentuk band dengan seorang temannya dan diberi nama axium.
Sebenarnya cook tidak berniat dalam mengikuti ajang american idol, dia mengikuti audisi karena dorongan adiknya, andrew yang sebelumnya gagal dalam audisi yang sama. Tapi dengan suaranya yang nge grunge dan nge rock itulah akhirnya juri memutuskan cook menjadi finalis dalam ajang pencarian bakat terbesar di america saat itu. Penyuka Pearl Jam ini telah membuktikan bahwa musik rock pun bisa menjadikannya juara american idol bersaing dengan jenis musik lainnya. David Cook tidak hanya bervokal keren, serak serak grungy, tapi dia juga bisa memainkan beberapa instrumen musik, diantaranya gitar, bass, piano juga drum. Mantan bartender ini, jarang terlihat tanpa gitar ketika dia perform. Dalam satu konsernya, bahkan dia bisa berganti ganti gitar di setiap lagu yang di bawakannya. Wajar saja dia sangat mencintai alat musik satu ini, secara dia mendapatkan fender stratocasternya di usia 13 tahun yang merupakan awal dari pendalaman bermusiknya. David Cook memang fenomena yang luar biasa dalam sejarah american idol. Kehidupannya bersih dari gosip2 gak penting dan obat2an. Rocker yang dipastikan lefthanded ini mempunyai hati emas, heart of gold, berjiwa sosil dan gak segan untuk menyenangkan orang lain walaupun ketika dia berada dalam suatu duka yang dalam, itu terjadi ketika kakak laki2nya Adam, meninggal dunia karena kanker otak beberapa tahun lalu. Cook kerap mencantumkan inisial AC, yaitu untuk Adam Cook dan Andrew Cook, saudaranya di gitarnya, karena hubungan mereka yang sangat dekat. Disamping menyanyi, David Cook juga seorang song writer. David Cook telah membuktikan bahwa siapa pun bisa menjadi seorang idola, dan bagaimana mempertahankan eksistensinya di dunia musik tanpa harus mencari sensasi murahan. Begitulah seharusnya yang dilakukan seorang idola. Great job David Cook !!! Nice to see u with that beard ;D #daripadabengonggakbisanontondavidcookdijakarta#
Published with Blogger-droid v2.0.6

Thursday, July 12, 2012

BIS DAMRI DULU DAN KINI

Bis adalah alat transportasi yang murah meriah, bis ini pula yang telah dengan setia nemenin saya  dari SMA hingga sekarang.
Banyak sekali kenangan yang terlewati bersama bis yang satu ini.  Suka maupun duka :)
Waktu SMA dulu kebetulan lokasinya di lewati 2 trayek bis, ledeng dan dago.  Jadi dengan bebasnya saya bisa nangkring di bis mana aja.  Tapi karena si armadanya terbatas dan penumpang setianya buanyak tak terhingga *hiperbolll* maka gak jarang dari terminal saya udah harus berdiri.
Dulu tarif bis ini cuman 150 perak, sedangkan untuk tarif langgangan perbulan khusus pelajar tarifnya setengahnya alias 75 perak aja.
Jaman itu masih jarang yang namanya pengamen, pedagang asongan yang masuk di terminal juga gak seheboh sekarang.
Meningkat ke jaman kuliah, trayek yang saya pake tak lain dan tak bukan adalah Leuwi Panjang  Ledeng, perjalanan yang cukup panjang kala itu.  Jam setengah 6 udah nangkring di terminal, biasanya suka ketemu sama temen kuliah sesama bisser, dengan pojok favoritnya.
Tarifnya kalo gak salah 300 perak, dengan gaya yang lemah gemulai leuwi panjang - gerlong bisa memakan waktu 1 jam an. Di terminal selagi nunggu penumpang lain, para pedagang asongan biasanya naik turun menjajakan dagangannya. Dari cakue jumbo yang wanginya sungguh menggoda sampe penjual peniti, tisue, dkk nya, lengkap ada semua, pokoknya apa sih yg gak ada di atas bis. Bila sore menjelang ketika pulang kuliah, biasanya saya dengan temen seperjuangan dulu bela belain naik angkot ke terminal ledeng demi mendapatkan tempat duduk, yaitu di favourite spot nya bis kesayangan itu. Tapi gak jarang juga di terminal udah banyak calon penumpang lain sehingga kami tetep harus berebut masuk dengan dengan mengerahkan semua daya upaya. Sikut2an, desek2an, sudah menjadi makanan sehari hari. Masih ingat betul dulu, dengan seorang teman berpayah payah berstrategi ria demi masuk duluan ke bis bersaing dengan onggokan penumpang lain, teman saya yang naik duluan, lalu dengan gaya heroik diantara desakan arus penumpang yang mengharu biru, dia mengulurkan tangan dan menyeret saya sedemikian rupa hingga bisa menyibakkan penumpang lain yang berjubel di pintu. Perjuangan yang sungguh menggetarkan jiwa Masih inget dulu saya dimarahin sama pengamen, weudeuh gak banget, mati gaya . Ceritanya gini,saya dengan temen seperjuangan sudah duduk manis di bangku favorit pojok belakang deket pintu. Ketika bis mulai berjalan menyanyilah seorang pengamen dengan suara yang iAllah gak merdu2 amir. Karena saya gak suka dengan suara sama lagunya otomatis ogah banget ngasihnya, ketika sang pengamen ngulurin topinya, says cuek aja, gak ngasih aksi, tapi eee ... tiba2 sang pengamen nyerocos, marah2, ngata2in , mahasiswa sok, bla ... bla ... bla ... hhahahaha ... sampe segitunya tu pengamen akibat gak dikasih. Tapi gapapa, hari itu jadi bikin hari saya menjadi semakin hidup. Nah, untuk bis damri jaman sekarang, banyak sekali yang berubah. Fisik bis yang semakin renta terlihat jelas. Kayaknya dari jaman SMA dulu tu para bis belum diperbaharui, kasian banget ya para mercy tata itu, kayaknya perawatannya minim banget. Kalo hujan, atapnya suka bocor, jendelanya suka macet kalo mau dibuka dan yang lebih parah lagi adalah konfigurasi tempat duduknya. Tempat duduk barisan sebelah kanan yg buat tiga orang itu, dipotong sedemikian rupa, disambung lagi ujungnya tapi si kursi itu malah jadi lebih pendek, yg harusnya untuk tiga orang, jadi untuk dua setengah orang. Jarak antar kursi depan belakang di persempit pulak, dan semua usaha ini adalah buat memperbanyak penumpang yang bisa diangkut sama sang bis ini. Kadang lebih bombastisnya, disediakan kursi kayu yang ditempatkan di lorong bis untuk memaksimalkan penumpang sungguh kreatippp ck...ck...ck Tarif bis sekarang ini 2000 perak, tanpa karcis pulak. Pengamen lebih merajalela, dalam satu kali perjalanan bisa sampe lima pengamen yang tampil. Pedagang asongan lebih variatif dan hilir mudik. Bis Damri, ada yang berubah tapi ada juga yang tidak, yang pasti sebagai angkutan masal, bis Damri masih dirindukan dan dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Long live BIS DAMRI :)
Published with Blogger-droid v2.0.6

Thursday, June 28, 2012

CROCS DAN CERITANYA

Warna warni crocs memang sangat eye catchy, membuat ngiler yang melihatnya.  Ya, crocs memang sedang mewabah beberapa tahun belakangan ini.  Dengan bentuk dan warna yang menarik, crocs cocok untuk semua kalangan.  Crocs sendiri adalah merek sepatu asal colorado USA yang ada sejak tahun 2002.  Kemarin ini saya ditugaskan keponakan saya yang nun jauh disana untuk membeli sepatu pantofel crocs.  Sudah lama sekali saya tidak beranjangsana dengan para pedagang kq5 di sepanjang jalan kapatihan itu.  Di jalan ini, banyak sekali ditemui pedangang kq5, dari makanan misalnya cimol, pikset, cilok, kue ape, rujak buah, sampai bakso dkk juga pedagang aksesoris, sarung henpon, tas, jam tangan, ikat pinggang, mainan anak sampai para sepatu crocs ini.  Setelah tanya sana sini, ternyata harga yang ditawarkan untuk produk crocs  KW an ini sungguh mengejutkan saya,crocs model lama dibandrol dari harga 50ribuan keatas, sedangkan untuk yang model baru bisa mencapai 150rb an keatas walaupun masih bisa nego.  Terkejut? Tentu iya, secara biasanya pedagang kq5 kan identik dengan yang murah meriah, lha ini jauh dari murmer sodara.  Tapi kalau dibandingkan dengan yang ori emang jauh sekali range harganya, dengan kemiripan yang sangat, crocs KW ini memang layak untuk mendapatkan banyak konsumen, walaupun sebenernya agak kriminil juga ya, itu kan namanya pemalsuan hihi.

Walaupun dengan harga yang agak aneh untuk ukuran kq5, lapak2 crocs ini selalu dijejali oleh pembeli.  Sebagai sandal karet anti slip dengan bahan antibakteri crosslite pertama, crocs memang sudah punya pasar tersendiri, baik yang ori maupun yang KW an.  Crocs KW an nya saja sudah lumayan empuk dan nyaman walaupun ada baunya, apalagi yang originalnya pasti nyaman sekali.  Tapi ada satu kelemahan crocs yaitu sering menyebabkan insiden di eskalator, karena sang crocs yang anti selip itu seringkali nyangkut di sang eskalator.  BIP adalah salah satu mall yang telah memasang tanda peringatan di depan eskalatornya agar berhati hati bila menggunakan sandal karet juga sandal yg bentuknya mirip crocs *digambarkan* agar terhindar dari insiden yang tidak perlu.

Crocs memang selalu berinovasi mengeluarkan produk2nya yang inovatif.  Kita tunggu saja model yang bagaimana lagi yang bakal keluar tahun ini.

*stillamazeswiththeprice*

Published with Blogger-droid v2.0.6

Wednesday, June 20, 2012

OCEANIA - SMASHING PUMPKINS

Smashing Pumpkins (SP) kembali lagi dengan album studio ke 7 nya, yang bertajuk Oceania.  Album yang disebut sebut sebagai album di dalam album ini, menurut sang frontman Billy Corgan, adalah album terbaik setelah mellon collie and the infinite sadness.  Album ini adalah bagian dari proyek ambisius SP yaitu berupa konsep 44 lagu dari teargarden by kaleidyscope yang terinspirasi dari tarot, juga merupakan judul fantasy series epicnya Terry Brooks. Kali ini SP mengeluarkan satu persatu lagunya secara digital berformat MP3 secara gratis melalui internet, istilahnya menikmati isi lagu selagi album dibuat, konsep album yang tidak biasa. SP mengeluarkan satu persatu lagunya dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun. Setengah dekade kebelakang, Billy Corgan sang frontman SP dan satu2nya personil lama SP dalam oceania seringkali di kritik karena keputusan2nya yang agak aneh dan jauh dari kebiasaan, Billy sering disebut sebagai seorang diktator, terlalu egois dalam bandnya, dan sering mengambil keputusan yang tidak umum. Mempertahankan nama SP walaupun dia merupakan personil lama satu2nya adalah salah satu hal dari ketidakumumannya, Billy pernah berujar bahwa dia tidak membutuhkan siapa2, dia hanya butuh dirinya sendiri. Pernyataannya itu agak tersirat di lagu oceania, bahwa dia merasa sendiri tetapi merasa lebih baik dari sebelumnya, i‘m so alone, but better than i ever was. Ya, sebagai the last remaining soldier di SP, lumrah saja Billy merasa sendiri, tapi ternyata sekarang keadaannya terasa lebih baik dari sebelumnya. Hal itu dikarenakan, di album Oceania ini, kerjasama antar personilnya lebih solid. Lagu2 di album Oceania ini terdengar lebih renyah, dan dreamy dari album sebelumnya. Lyric yg dalam ala Billy, suara drum Mike terdengar sedikit heavy dan mendominasi. Billy seakan jauh meninggalkan pengaruh band dengan personil lamanya. Dalam album Oceania ini semua lagunya terasa mempunyai jiwa khas Billy Corgan. I really enjoy to hear this oceania album. Oceania adalah perpaduan antara orkestra alternatif dengan psychedelia. Ada 13 tracks dalam album ini, dan Billy‘s voice sounds great in every song. So, selamat menyelami Oceania.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sunday, June 17, 2012

FRENTE!

Frente! and me ....
Banyak kisah dibalik kaset bercover cauly flower dan segunung ikan itu ....
Frente! akan selalu mengingatkan akan masa2 bimbang, ragu, senang walaupun susah dulu ... haha percayaaaa gaak?
Kenal full album Frente! dulu banget, pake acara sengsara segala, kenapa?  karenaaa kenalannya tragis banget dari kaset rekaman yang udah rada belel2 gitu, punya temennya temen.  Kalo singlenya bizarre love triangle sih emang udah kenal duluan, soalnya sering seliweran di tipi.  Tapi buat full albumnya ya kira2 tahun 95 an.  Dulu taun2 segitu lagi hot2nya dengerin musik grunge, lalu gak sengaja telinga ini ngedenger “lonely“ nya Frente! dari si kaset rekaman itu, hmmm .... catchy banget di telinga, penasaran  diterusin deh sampe full album, ternyata Marvin the album emang keren, suara angie hart yang ringan ditingkahi dengan musik yang simple kadang rada aneh (pake alat rumah tangga segala) tapi tetep melodius membuat Frente! Marvin the album layak untuk dimiliki.

Frente! adalah ben bergenre alternatif rock yang berasal dari australia.  Pendirinya adalah seorang bartender bernama simon austin, seorang gadis bersuara merdu bernama angie hart, bassist tim o‘ connor dan drummer mark picton  Debut pertama mereka ya si Marvin the album ini.  Sedangkan album kedua mereka bertitel Shape, setelah merilis shape, mereka bubar jalan, sayang banget.
Marvin the album ini di keluarkan dengan 2 versi, yaitu versi australia dan juga internasional, bedanya ada beberapa lagu yang berbeda di dua versi tadi.  Kalo yang aku denger tentu saja versi internasional, and you know what, semua lagu di album ini, aku sukaaaa .... hanya beberapa album loh yang punya status gini menurut pendengaranku (tapi bukan kayak album the best ya), contohnya kalo pearl jam, ya TEN.
Frente! sendiri diambil dari bahasa spanyol yang berarti depan!

Buat ngedapetin si Marvin ini, agak penuh perjuangan, ngubek2 toko kaset dari aquarius sampe ke toko2 kaset yg gak gede di mal, gak dapet juga, gak tau kenapa.  Penasaran melanda jiwa, tersebutlah suatu hari seorang teman ngajak jalan, a little bit hang out gitu deh di siang yang terik sehabis pulang kuliah.  Pake acara ngumpet2 di belakang mobil yg lagi parkir dengan manisnya akibat gak mau ketauan segerombolan geng temennya temenku ini haha kusut amat.
Lagi2 ngubek2 aquarius plus toko2 kaset di BIP, tetep aja gak ketemu, kasian banget yak daku ini, gak kapok2 nyariin tu kaset saking kebelet pengen punya.  Tapi akhirnya menyerah sudah, harus ngerekam dari kaset rekaman, kebayang gak tu jongkoknya kualitas suara yg bakal aku denger ntarnya, desperado!!!

Akhirnya, aku berbuat kriminal untuk kesekian kalinya, merekam dari kaset rekaman haha ya sudahlah emang seginilah nasib Frente! dengan ku.

Tapi Tuhan memang sayang padaku, di suatu siang yang indah, diantara semilir wewangian aneka makanan di kantin TN, bagaikan dilemparkan dari lapis langit ketujuh, seseorang telah dikirimkan Nya untuk menyodorkan sebentuk kaset berjudul “Marvin the Album“ o,man, speechless gak bisa berkata kata, hanya bisa bengong seribu bahasa, heran juga koq dia bisa nemu ya. Walau agak gak enak2 ati gitu, Frente! emang gak bisa di tolak :))

“lonely“ dkk juga sempat menemani seorang teman yg dulu sedang mencoba berbagai profesi diantaranya menjadi pengemudi angkot, walaupun banyak penumpangnya protes lagunya minta diganti secara para penumpang lebih suka musik yg lain, tapi dia be tough aja tetep masang Frente! as his angkot sontrek haha.
Dan masih ingat di kepala, dulu ketika latsar, aku dan dua temanku kadang melepas suntuk dengan bernyanyi dan bertingkah seperti klip bizarre love triangle nya Frente!, bizarre love triangle ini aslinya dinyanyikan oleh new order, yang katanya bukan bercerita tentang kisah cinta segitiga antara cowok cewek tapi berkisah tentang kematian ian curtis teman baiknya drummer joy divisions yang terkena epilepsi.

Sampai hari ini Frente! masih setia menemani, kala senang dan susah.  Dari lonely sampai ordinari angel, dari bizarre love triangle sampai girl.
Frente! emang gak akan ada matinya.  Viva Frente!

*heydonthanksforfrente!marvinthealbum*

Published with Blogger-droid v2.0.6

Friday, June 15, 2012

It‘s better to burn out than to fade away

Distro ini lengkap banget, grungy lagi.  Ada flanel shirts, jeans belel bolong dengkul, sepatu kets, sneakers, tshirt keren dan masih banyak lagi.  Aku memantapkan hati, dengan menenteng kemeja flanel kotak2 merah menuju ke meja kasir.  Kayaknya pernah liat muka kasirnya deh, haaaahh,  it‘s kurt cobain and he‘s singing breed in front of cashier desk.   Mata ku terbelalak, bukan kurt yg ku lihat tapi jam dinding dikamar ku yang jarumnya menunjukan pukul 4 dini hari.  What a weird dream.

Yup, aku mimpi, dan mimpinya gak tanggung2, mimpi kurt cobain, alamak koq bisa secara aku pas mau tidur gak sedang dengerin lagunya, ataw baca biografinya, sungguh mimpi yang aneh tapi well gapapa, mimpinya sungguh menghibur.

Aku bukanlah penyuka  kurt cobain, tapi jujur aku suka lagu2 nirvana, band yang inginnya beraliran punk tapi mbelok jadi grunge.  Kenal nirvana waktu booming klip smells like teen spirit di tipi swasta dulu banget.  Lalu kakak ku dengan sadar dan iklas membeli album kaset nevermind nya nirvana dan selalu dia puter berulang ulang sampe pitanya hampir keriting.
Banyak orang melabeli kurt sebagai musisi genius di masanya, karena dia telah dengan suksesnya menjadikan kepedihan2 dalam hidupnya menjadi karya seni yang begitu indah dan  memukau penggemarnya hingga kini.  Walaupun jasadnya telah menjadi abu tapi karya2nya masih terdengar dimana mana.  He‘s a phenomenal musician.  Kurt adalah seorang left handed, itulah yang membuatnya begitu sensitif terhadap suatu hal.  Ketika dia berada di puncak ketenaran, justru saat2 itulah dia merasakan betapa kesepiannya dia diantara riuh rendah kepopulerannya.  Kurt begitu tidak menikmati perannya saat itu.  Dia seakan kehilangan kasih sayang dan perhatian dari orang2 yang dicintainya seperti yg dia pernah rasakan ketika dia masih kecil.
Depresi melanda jiwanya, berulang kali dia mencoba membunuh dirinya sendiri tetapi selalu gagal.  Tapi pada tanggal 8 april 1994, kurt ditemukan tewas dengan menembak kepalanya sendiri.  Banyak pihak meragukan kematiannya sebagai bunuh diri melainkan dia telah dibunuh oleh pihak2 tertentu yg merasa dirugikan dengan keberadaannya.
Tapi dari semua kontroversi tentang dirinya yang tumbuh di dalam masyarakat kurt cobain adalah seorang musisi yang telah banyak berkontribusi dalam dunia permusikan dunia, dia secara gak langsung telah memperkaya aliran musik dengan grungenya ataw seattle sound *tapi jangan lupa, pearl jam juga loh.... teuteup*
Karyanya tetap hidup dan tidak akan pernah pudar bahkan padam.
Kurt cobain tahu apa yang dia inginkan, “lebih baik padam, daripada pudar“.  Yup, lebih baik dia memadamkan dirinya agar karyanya terus dikenang, daripada harus menghadapi kepudaran bila dia tetap hidup.

*nihbuktiakugakilfilkansamanirvanahaitemanseteruku*

Published with Blogger-droid v2.0.6